Elephants

Dishut Kaltara: Jangan bakar lahan dan buang puntung rokok sembarangan

August 14, 2026

Dishut Kaltara: Jangan bakar lahan dan buang puntung rokok sembarangan

Jumat, 14 Agustus 2026 17:56 WIB

Image Print

Petugas dari Dishut Kaltara saat memadamkan karhutla yang terjadi di beberapa wilayah di Kaltara selama sebulan terakhir, Juli-Agustus 2026. (ANTARA/HO-Dishut Kaltara)

Tanjung Selor (ANTARA) - Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan dan membuang puntung rokok sembarangan untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah cuaca yang sangat panas serta kering akibat fenomena El Nino.

“Pemprov Kaltara mengimbau seluruh masyarakat, kelompok tani, hingga pelaku usaha menghentikan aktivitas pembakaran lahan, terutama selama kondisi cuaca ekstrem berlangsung,” ujar Kepala Dishut Kaltara Nur Laila di Tanjung Selor, Jumat.

Laila mengatakan dengan kondisi vegetasi hutan dan lahan yang semakin kering membuat potensi karhutla di Kaltara meningkat. Percikan api kecil pun, kata dia, dapat dengan cepat membesar dan menyebar.

“Cuaca saat ini sangat panas dan kering sehingga kerawanan karhutla sangat tinggi. Jangan biarkan api kecil menjadi bencana besar,” katanya mengingatkan.

Karhutla, lanjutnya, tidak hanya mengancam kelestarian hutan dan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan serta keselamatan masyarakat. Karena itu, Dishut Kaltara meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api juga perlu dihindari, termasuk membuang puntung rokok sembarangan di kawasan semak, hutan, maupun lahan kering,” ujar Nur Laila.

Dia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemantauan lingkungan secara aktif selama cuaca panas ekstrem.

Jika menemukan asap, titik api, atau tanda-tanda potensi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), atau pihak berwenang terdekat.

Untuk pencegahan dan pemadaman karhutla, kata Nur Laila, Dishut Kaltara memiliki ratusan personel Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdal Karhutla) yang siap siaga di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) kabupaten/kota dan di Kantor Dishut Kaltara masing-masing tiga regu.

“Setiap KPH ada tiga regu, satu regu 15 orang dan kantor dinas sendiri ada tiga regu. Jadi total ada 18 regu yang siap memang turun ke lapangan,” katanya.

Selain Brigdal Karhutla, Dishut Kaltara juga dibantu oleh Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berada di masing-masing wilayah KPH, di Kabupaten Malinau ada 21 MPA, Tana Tidung 14 MPA, Nunukan 11 MPA, Bulungan 10 MPA dan Kota Tarakan 4 MPA.

Untuk peralatan dan kendaraan untuk pengendalian karhutla, Dishut Kaltara saat ini memiliki kendaraan roda enam water suplay sebanyak 9 unit, kendaraan roda empat slip on 10 unit, mobil personel pengendalian kebakaran hutan dan lahan (dalkarhutla) 5 unit dan speedboat 2 unit.

“Kita juga ada mesin pompa pemadam portable ada 10 unit, pompa apung 4 unit, jet shooter 30 unit, selang pemadam 115 unit, alat pelindung diri 48 set dan beberapa peralatan lainnya,” sebut Nur Laila.
Baca juga: Dishut Kaltara libatkan masyarakat cegah dan padamkan kebakaran hutan
Baca juga: BMKG Prediksi Juli-Agustus Puncak Musim Kering di Kaltara

Pewarta : Agus Salam
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.