Dishub Kudus lengkapi LPJU dengan kwh meter untuk menghemat tagihan listrik
Rabu, 23 September 2026 12:54 WIB
Ikon Kabupaten Kudus sebagai Kudus Kota Kretek di perbatasan antara Kabupaten Kudus dengan Demak tampak diterangi sebuah lampu penerangan jalan umum (LPJU). Dalam rangka transparansi dan penghematan, maka setiap lokasi LPJU dilengkapi kwh meter. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai mengidentifikasi lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang masih menggunakan sistem abonemen untuk dilengkapi dengan kilowatt hour (kWh) meter guna menghemat tagihan listrik.
"Pemasangan kWh meter menjadi salah satu upaya agar pembayaran listrik LPJU dapat disesuaikan dengan penggunaan riil. Karena sebelumnya terdapat LPJU yang biaya tagihan listriknya antara Rp10 juta hingga Rp24 juta. Sedangkan yang sudah terpasang kWh meter tagihan listriknya hanya Rp5 jutaan per bulan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Mundir di Kudus, Rabu.
Menurut dia pihaknya saat ini mulai mendata titik-titik LPJU yang masih menggunakan sistem abonemen sekaligus menghitung kebutuhan pemasangan kWh meter.
Mundir mengungkapkan berdasarkan data terakhir terdapat 13.091 lokasi LPJU di Kabupaten Kudus. Sebagian di antaranya telah menggunakan kWh meter, sedangkan lainnya masih menggunakan sistem abonemen.
Ia menjelaskan penggunaan kWh meter membuat pembayaran listrik lebih transparan karena tagihan dihitung berdasarkan pemakaian listrik. Sementara pada sistem abonemen, pembayaran tidak sepenuhnya didasarkan pada kondisi lampu menyala atau tidak.
"Nah, untuk selanjutnya ada peluang, yang membayar tiap bulannya lebih dari Rp10 juta bahkan ada yang sampai Rp24 juta itu nanti ditindaklanjuti pertama. Kami akan melihat apakah memang benar satu lokasi sampai membayar sekian puluh juta," ujarnya.
Menurut Mundir berdasarkan LPJU yang menggunakan kWh meter, tagihan listrik rata-rata maksimal sekitar Rp5 juta per bulan dan tidak mencapai puluhan juta rupiah.
Ia menambahkan pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab tingginya tagihan pada LPJU yang masih menggunakan sistem abonemen. Pendataan dan meterisasi dilakukan untuk memperoleh dasar pembayaran yang lebih sesuai dengan penggunaan listrik sebenarnya.
Selain persoalan meterisasi, Dishub Kudus juga terus melakukan pemeliharaan LPJU. Namun, armada untuk mendukung perbaikan masih terbatas karena saat ini hanya memiliki satu armada yang dioperasikan dalam dua shift.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.