Cianjur (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat 485 ruang kelas dibangun dan direhabilitasi dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan APBN 2025-2026.
Kepala Disdikpora Cianjur Ruhli Solehudin di Cianjur, Jumat, mengatakan pembangunan dan rehabilitasi ratusan ruang kelas dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP melalui program revitalisasi yang didanai dari pusat.
Pembangunan dan rehabilitasi yang bersumber dari APBD 2026 tercatat sebanyak 50 ruang kelas sedang dalam proses perbaikan dan rehabilitasi, sehingga total ruang kelas yang diperbaiki sebanyak 485.
"Sejak 2025 hingga awal 2026 total ruang kelas yang diperbaiki sebanyak 485 unit dibangun dan direhabilitasi serta pertengahan tahun 2026 sebanyak 50 ruang kelas saat ini masih dalam proses," katanya.
Pihaknya terus melakukan perbaikan ruang kelas yang rusak didanai dari dua sumber anggaran yang sudah berjalan APBD dan APBN melalui program revitalisasi, sehingga jumlah ruang kelas rusak terus berkurang.
Dia menjelaskan, dana dari APBN 2026 tercatat dapat membangun sebanyak 167 sekolah dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP yang saat sudah mendapatkan bantuan revitalisasi pembangunan yang dilaksanakan secara bertahap dan bervariatif.
Program revitalisasi menyasar sekolah yang kondisinya mengalami kerusakan cukup parah, serta sekolah yang lokasinya berada di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T) dan kawasan rawan bencana.
"Bantuan revitalisasi terdapat beberapa kategori dimana kita harus mengutamakan sekolah yang layak diberikan bantuan, misalnya sekolah yang lokasinya berada di kawasan rawan bencana sesuai dengan juklak dan juknis yang ada," katanya.
Guna menekan angka ruang kelas yang rusak di Cianjur, pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jabar dan pusat, agar setiap tahun sedikitnya 400-500 ruang kelas rusak mendapat bantuan pembangunan, perbaikan dan rehabilitasi.
Disdikpora Cianjur, menargetkan perbaikan sarana dan prasarana sekolah rusak meningkat 20 persen pada 2026 dari sekitar 1.200 sekolah masih dalam kondisi rusak.
Pemetaan sekolah rusak di seluruh wilayah Cianjur sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir terutama bangunan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang mencapai ribuan unit.
"Kerusakan ruang kelas SD mendominasi sehingga berbagai upaya dilakukan termasuk menargetkan kerusakan ruang kelas pada ribuan sekolah dapat tuntas di 2028, sehingga tidak ada lagi ruang kelas atau sekolah yang rusak di 2029," katanya.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.