Jakarta (ANTARA) - Direktur Pemberitaan Kantor Berita ANTARA Virgandhi Prayudantoro mengapresiasi penambahan personel tim SAR gabungan untuk mencari lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, termasuk salah satunya pewarta foto ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas.
"Tadi juga kita melihat bersama bahwa Desi, istri dari pewarta jurnalis foto ANTARA, berkesempatan untuk bertanya secara langsung dengan Kepala SAR Banten dan Gubernur terkait pelaksanaan pencarian hari ini, dan kita bisa lihat bersama bahwa diskusinya cukup panjang, alhamdulillah dari Pemerintah Provinsi Banten dan Basarnas juga menjawabnya secara detail. Kita perlu apresiasi dari pemerintah dan para stakeholder yang sudah bekerja sampai hari ini," katanya di Posko SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (10/9) malam.
Virgandhi mengemukakan, seluruh pihak keluarga hingga kini masih menunggu pemutakhiran informasi terakhir dari Basarnas dan pihak-pihak terkait untuk pencarian Bagus bersama keempat jurnalis lainnya yakni Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu, serta dua orang awak kapal dan satu pemandu.
"Tadi sudah dilaporkan bahwa pada hari ini, di hari ketiga pencarian, sudah ada 11 kapal pendukung dan melibatkan pihak-pihak nelayan sekitar, dengan jumlah yang mungkin bertambah sekitar 300 personel yang diturunkan. Kami masih menunggu kabar terbaik untuk Bagus dan jurnalis lainnya termasuk juga para awak kapal dan pemandu. Kita ini sudah maksimal dan kami menunggu kabar terbaik yang nanti akan disampaikan secara resmi oleh Basarnas dan juga Pemprov Banten," paparnya.
Virgandhi juga menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian banyak pihak, khususnya Presiden Prabowo Subianto dan pimpinan DPR yang sudah memberikan pernyataan, sehingga menjadi bukti bahwa keberpihakan dari pemerintah atas hilang kontaknya jurnalis dan seluruh awak kapal sudah maksimal.
Basarnas mengerahkan 11 kapal dengan lebih dari 300 personel untuk mencari lima jurnalis serta tiga orang lainnya yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di hari ketiga operasi.
"Hari pertama kita melaksanakan di tiga sektor (instansi pemerintah) dengan kekuatan yang ada; hari kedua, kita melaksanakan di lima sektor, dan hari ini kita kembangkan sampai di enam sektor dengan 11 kekuatan kapal, mulai dari KRI, TNI Angkatan Laut, juga kapal dari kepolisian yang cukup besar, dan kapal-kapal yang dimiliki Basarnas maupun teman-teman potensi di wilayah," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii.
"Dalam operasi yang ada di posko ini, tentunya seluruh potensi, baik itu teman-teman dari kepolisian, teman-teman dari angkatan darat, khususnya pemerintah daerah yang dipimpin oleh Bapak Gubernur, memberikan dukungan penuh melalui BPBD yang ada," paparnya.
Ke-11 kapal tersebut yakni KRI Kerambit 627, KN Sar Tetuka, KRI Lepu, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB Peucang, RIB Lampung, dan KAL Pahowang.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026