Elephants

Dinkes Sumbawa targetkan imunisasi campak 24.464 anak akhir Oktober

October 15, 2026
percepatan pelayanan imunisasi menjadi perhatian pemerintah daerah mengingat masih terdapat kesenjangan capaian antarwilayah kerja puskesmas.

Sumbawa (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), menargetkan imunisasi campak terhadap 24.464 anak hingga akhir Oktober 2026 untuk mencapai cakupan 95 persen melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi respons kejadian luar biasa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa H. Sarip Hidayat mengatakan hingga 15 Oktober 2026, sebanyak 12.850 anak usia 9–59 bulan telah mendapatkan imunisasi campak dari total sasaran 25.752 anak atau sekira 49,9 persen.

"Target kami sebanyak 24.464 anak atau 95 persen dari total sasaran harus mendapatkan imunisasi campak hingga akhir Oktober," katanya saat dikonfirmasi ANTARA, Kamis.

Ia menjelaskan program ORI campak berlangsung pada 1–31 Oktober 2026 sebagai upaya meningkatkan kekebalan tubuh anak sekaligus mencegah penyebaran penyakit campak di wilayah tersebut.

Dengan capaian sementara itu, pemerintah daerah masih harus menjangkau 11.614 anak atau meningkatkan cakupan sebesar 45,1 poin persentase untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.

Menurut Sarip, percepatan pelayanan imunisasi menjadi perhatian pemerintah daerah mengingat masih terdapat kesenjangan capaian antarwilayah kerja puskesmas.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Puskesmas Rhee mencatat capaian imunisasi tertinggi sebesar 80,1 persen, disusul Puskesmas Utan 78,5 persen dan Puskesmas Lenangguar 70,4 persen.

Meski menjadi tiga wilayah dengan capaian tertinggi, persentase imunisasi di Rhee, Utan, dan Lenangguar masih berada di bawah target ORI sebesar 95 persen.

Sementara itu, sejumlah wilayah lainnya masih memerlukan percepatan pelayanan agar cakupan imunisasi dapat meningkat secara merata sebelum berakhirnya masa pelaksanaan program.

Sarip menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung keberhasilan imunisasi dengan memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan sesuai kelompok usia yang menjadi sasaran.

Karena itu, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat yang memiliki anak usia 9–59 bulan segera mendatangi pos pelayanan terpadu (posyandu), puskesmas, atau fasilitas kesehatan terdekat untuk memperoleh imunisasi campak.

Campak merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat, terutama pada kelompok anak yang belum memiliki kekebalan tubuh memadai.

Selain menyebabkan demam dan ruam pada kulit, infeksi campak berisiko menimbulkan komplikasi serius berupa pneumonia atau radang paru-paru, diare berat, radang otak, hingga kematian.

Peningkatan cakupan imunisasi hingga 95 persen diharapkan dapat memperkuat perlindungan anak sekaligus menekan risiko penularan campak di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi aktif menyukseskan ORI campak selama sisa waktu pelaksanaan program agar semakin banyak anak memperoleh perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi tersebut.

Baca juga: WHO: RI berhasil perluas cakupan imunisasi anak dan tutup kesenjangan

Baca juga: Kemenkes perkuat komunikasi publik demi tingkatkan vaksinasi campak

Pewarta: Ady Ardiansah
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.