Elephants

Dinkes Palembang optimalkan posko kesehatan layani pasien ISPA

October 13, 2026

Dinkes Palembang optimalkan posko kesehatan layani pasien ISPA

Selasa, 13 Oktober 2026 20:18 WIB

Image Print

Kepala Dinas Kesehatan Palembang dr Fenty Aprina. ANTARA/Yudi Abdullah

Palembang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengoptimalkan posko kesehatan untuk membantu masyarakat yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atau gangguan kesehatan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kami mengajak warga di kota ini memanfaatkan posko kesehatan yang dibuka di 18 kecamatan jika mengalami gangguan kesehatan dampak asap karhutla pada musim kemarau 2026 ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Fenty Aprina di Palembang, Senin.

Menurut dia, warga yang mengalami ISPA dan gangguan kesehatan lainnya dampak asap karhutla, silakan menghubungi petugas Posko Kesehatan Karhutla.

Posko tersebut beroperasi selama 24 jam dengan dukungan tenaga medis dari sejumlah puskesmas di wilayah kecamatan setempat.

Pelayanan medis di posko tersebut dilakukan secara bergiliran dalam tiga sistem pembagian kerja (shift) untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan sepanjang waktu.

Pendirian posko kesehatan itu dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan lokasi terjadinya karhutla dan kebutuhan masyarakat dalam kondisi kualitas udara yang kurang baik dampak asap kebakaran lahan, katanya.

Selain itu, pihaknya juga menyiagakan enam puskesmas untuk memberikan pelayanan 24 jam kepada warga yang mengalami gejala ISPA.

Puskesmas yang siaga 24 jam tersebut yakni Puskesmas Pembina, Puskesmas Alang-Alang Lebar, Puskesmas Sukarame, Puskesmas Sei Selincah, Puskesmas Basuki Rahmat, dan Puskesmas Sematang Borang.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya risiko gangguan kesehatan akibat asap karhutla terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, jelas Fenty.

Sebelumnya Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel Ira Primadesa menjelaskan hingga September 2026 tercatat 52.483 kasus ISPA di provinsi setempat.

Tingginya kasus ISPA tersebut dipengaruhi buruknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumsel pada musim kemarau 2026 ini, ujar Ira.

Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026