Elephants

Dinkes Mataram optimistis revitalisasi puskesmas tuntas akhir November

October 13, 2026

Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, optimistis kegiatan revitalisasi Puskesmas Pagesangan dan Puskesmas Pembantu Monjok dengan total anggaran Rp3,3 miliar, tuntas akhir November dan Desember tahun ini, langsung bisa dimanfaatkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr Emirald Isfihan di Mataram, Selasa, mengatakan, pengerjaan perbaikan dua fasilitas kesehatan (faskes) tersebut terlihat dengan progres positif.

"Tapi untuk persentase progres pengerjaan, kami masih menunggu hasil evaluasi sebab untuk pengerjaan proyek fisik akan dilakukan evaluasi menyeluruh oleh Bagian Administrasi Pembangunan (AP) bersama Sekda Kota Mataram," katanya.

Sesuai dengan kontrak, menurutnya, kedua perbaikan fasilitas kesehatan tersebut tuntas dikerjakan November 2026 atau selama 120 hari masa pengerjaan.

"Setelah pengerjaan perbaikan selesai, fasilitas kesehatan itu bisa langsung dimanfaatkan dan digunakan untuk layanan kesehatan," katanya.

Data Dinkes Kota Mataram menyebutkan, untuk kegiatan revitalisasi dua fakses tersebut, Pemerintah Kota Mataram mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,3 miliar.

Kegiatan revitalisasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan sekaligus kenyamanan warga saat mengakses layanan kesehatan.

Menurutnya, kedua fasilitas kesehatan itu memerlukan pembenahan serius agar mampu memenuhi standar integrasi layanan primer (ILP). Penyesuaian sarana dan prasarana menjadi keharusan agar layanan kesehatan dapat berjalan optimal.

Puskesmas Pembantu Monjok menjadi prioritas awal revitalisasi karena kondisi bangunan yang dinilai sudah kurang layak, terlebih lokasinya berada di pusat kota.

Melalui peningkatan tersebut, Puskesmas Pembantu Monjok diharapkan mampu memperluas layanan sehingga masyarakat tidak terpusat hanya pada satu fasilitas kesehatan.

"Selain perbaikan fisik, peningkatan sumber daya manusia juga akan kami disiapkan. Tidak hanya perawat, tetapi juga akan kami tempatkan dokter dan bidan agar bisa melayani persalinan seperti di puskesmas induk," katanya.

Dengan demikian, Puskesmas Pembantu Monjok diarahkan menjadi percontohan dengan layanan yang lebih lengkap dan mudah diakses masyarakat.

Sedangkan itu, revitalisasi Puskesmas Pagesangan dilakukan karena kondisi bangunan yang dinilai sudah sangat memprihatinkan karena kebocoran atap kerap terjadi saat hujan dan mengganggu aktivitas pelayanan.

"Saat hujan, hampir di semua sudut terjadi kebocoran, kondisi itu mengurangi kenyamanan pasien dan petugas," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026