Elephants

Dinkes Mataram menggelar program vaksinasi HPV untuk siswa SD

August 10, 2026

Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai melaksanakan layanan vaksinasi HPV (human papillomavirus) dengan menyasar siswa sekolah dasar (SD) usia 11 tahun, untuk mencegah infeksi virus yang menjadi penyebab utama kanker serviks atau leher rahim.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr Hj Dewi Ayu Murniati di Mataram, Senin, mengatakan vaksin HPV bagi siswa SD di Kota Mataram khusus diberikan kepada siswa perempuan kelas V atau usia 11 tahun dengan target sasaran 4.093 anak.

"Sejauh ini, sasaran resmi program HPV masih diprioritaskan bagi anak perempuan. Untuk sasaran anak laki-laki, kami belum menerima petunjuk teknis dari pemerintah pusat," katanya.

Selain kepada siswa SD kelas V, vaksin HPV juga diberikan kepada remaja perempuan usia 15 tahun atau siswa SMP kelas IX atau anak yang sebelumnya belum pernah menerima vaksin HPV melalui program imunisasi kejar sebanyak 3.758 anak.

Dengan demikian, total sasaran pemberian vaksin HPV di Kota Mataram baik untuk anak SD dan SMP tahun 2026, sebanyak 7.851 anak.

Menurutnya, layanan vaksinasi HPV kepada siswa tersebut sudah mulai dilaksanakan pada 1 Agustus 2026 dengan menyasar sekitar 202 sekolah se-Kota Mataram baik negeri maupun swasta.

"Untuk bulan Agustus, imunisasi yang diberikan adalah campak rubella (MR) dan HPV," katanya.

Untuk imunisasi campak diberikan kepada siswa kelas 1 SD atau anak usia 7 tahun dengan target sasaran 8.050 anak, terdiri atas laki-laki 4.117 anak dan perempuan 3.933 anak.

"Selain anak sekolah, imunisasi MR juga mencakup anak-anak usia sebaya yang tidak bersekolah atau putus sekolah," katanya.

Jumlah petugas disesuaikan dengan kapasitas sekolah, di mana sekolah dengan jumlah murid besar akan didampingi oleh 5 hingga 8 tenaga medis yang terdiri dari dokter dan perawat.

"Kami memastikan ketersediaan dan stok logistik vaksin dalam kondisi aman dan siap didistribusikan untuk mendukung program tersebut," katanya.

Ia berharap melalui upaya yang dilakukan sebelum layanan vaksinasi HPV dan MR, cakupan anak bisa meningkat dibandingkan layanan vaksinasi BIAS tahun 2025.

Berdasarkan data evaluasi cakupan layanan tahun 2025, Dinkes mencatat cakupan imunisasi DT (Difteria Tetanus) kelas 1 mencapai 72 persen, TD (Tetanus Difteria) untuk anak kelas 2 mencapai 73 persen, dan HPV mencapai 79 persen.

Pewarta : Nirkomala
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026