Bandung (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menggencarkan edukasi kesehatan kepada masyarakat untuk mencegah penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gangguan pencernaan selama peralihan musim kemarau ke musim hujan atau pancaroba.
Kepala Dinkes Kabupaten Bandung Hanhan Siti Hasanah di Bandung, Jumat, mengatakan upaya pencegahan dilakukan melalui edukasi kesehatan, penguatan peran puskesmas, serta penyebarluasan informasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Kami pun terus memantau perkembangan situasi kesehatan masyarakat melalui fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bandung. Pada sisi lain kami mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," katanya.
Ia meminta masyarakat membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mengurangi risiko penularan penyakit.
Khusus untuk mencegah ISPA, lanjutnya, masyarakat diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan beristirahat cukup. Warga yang sedang sakit juga perlu menerapkan etika batuk dan bersin serta menggunakan masker untuk mengurangi risiko penularan.
"Sementara itu untuk mencegah gangguan pencernaan, masyarakat perlu pula memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi bersih, matang, dan aman," ujarnya.
Hanhan juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan berkepanjangan, kondisi yang memburuk, sesak napas, kesulitan minum, atau tanda-tanda dehidrasi, dapat datang ke 62 puskesmas dan delapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Bandung.
Sebelumnya, kasus ISPA di Kabupaten Bandung sempat meningkat pada pertengahan hingga akhir September 2026 dengan tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) ruang rawat inap non-intensif di RSUD Majalaya mencapai 83,55 persen, sedangkan RSUD Oto Iskandar Di Nata sebesar 83,11 persen pada September 2026.
Hanhan mengatakan jumlah kasus ISPA saat ini mulai menurun. Meski demikian pemantauan melalui fasilitas pelayanan kesehatan dan edukasi kepada masyarakat tetap diperlukan untuk menjaga kondisi kesehatan selama peralihan musim.
"Perubahan musim perlu disikapi dengan kewaspadaan, bukan kepanikan. Kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Pencegahan dimulai dari perilaku hidup bersih dan sehat," katanya.
Sementara itu Stasiun Klimatologi Jawa Barat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Jawa Barat memasuki musim hujan pada November 2026.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan seiring perubahan kondisi cuaca.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.