Elephants

Dinas Pertanian Nabire libatkan 25 kelompok tani rehabilitasi irigasi tersier - ANTARA News Papua Tengah

September 12, 2026

Nabire (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melibatkan 25 kelompok tani dalam program rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan kuarter di tiga distrik guna mengoptimalkan penyaluran air hingga ke lahan sawah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nabire Yasor Victor Sawo di Nabire, Sabtu, mengatakan program tersebut merupakan dukungan Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian yang menyasar daerah sentra pertanian di Distrik Makimi, Nabire Barat, dan Wanggar.

“Rehabilitasi dilakukan terhadap jaringan irigasi yang sudah ada, antara lain melalui pemeliharaan dan perbaikan saluran yang rusak serta pintu-pintu air,” katanya.

Menurutnya, pelibatan kelompok tani disesuaikan dengan kewenangan pengelolaan jaringan irigasi tersier dan kuarter yang berada pada pemerintah kabupaten melalui Dinas Pertanian.

Kelompok tani dilibatkan untuk membuat desain perbaikan jaringan tersier dan kuarter sesuai kebutuhan mereka yang dituangkan dalam rencana anggaran belanja (RAB) kemudian diusulkan pada Distan Nabire.

Pihaknya telah melakukan rapat percepatan pelaksanaan kegiatan di lapangan, termasuk menyiapkan calon penerima dan calon lokasi (CPCL) serta rencana pemanfaatan oleh kelompok.

Dana program tersebut, kata dia, bersifat bantuan sosial yang disalurkan langsung ke rekening kelompok.

“Besaran anggaran belum ditetapkan karena kita masih menunggu RAB dari masing-masing kelompok menyesuaikan jenis dan kebutuhan perbaikan jaringan yang diusulkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini di Kalibumi, Distrik Nabire Barat tengah dilakukan perbaikan jaringan primer dan sekunder pada dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua sesuai kewenangannya.

Perbaikan pada jaringan primer dan sekunder di Kalibumi ditargetkan selesai dan diuji coba pada Senin (14/9) untuk memastikan air kembali mengalir ke jaringan irigasi.

Dengan kembali berfungsinya jaringan tersebut, aktivitas penanaman dan pengembangan padi di wilayah Kalibumi diharapkan dapat kembali berjalan seperti sebelumnya.

“Jika jaringan primer dan sekunder sudah selesai maka petani bisa segera memanfaatkan membuat jaringan tersier dan kuarter agar air dapat dibagi merata ke lahan-lahan mereka,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, BWS Papua merehabilitasi 2,8 kilometer saluran primer irigasi Bendung Kali Bumi, Distrik Nabire Barat untuk meningkatkan keandalan jaringan irigasi yang selama bertahun-tahun belum pernah diperbaiki.

Rehabilitasi jaringan dilakukan mulai dari Bangunan Kontrol (BK) 0 atau pangkal saluran primer hingga BK1 yang merupakan saluran utama sebelum air didistribusikan ke jaringan sekunder.

Pekerjaan dimulai dari bangunan sand trap atau penampung endapan di Bendung Kali Bumi hingga bangunan BK1 dengan total panjang mencapai 2,8 kilometer.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.