Mataram (ANTARA) - Dinas Perikanan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memberikan pelatihan budidaya ikan patin dengan media kolam terpal kepada 30 orang peserta perwakilan dari 25 kelompok budidaya.
Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Kota Mataram Leo Amri Saleh di Mataram, Kamis, mengatakan, para peserta pelatihan tersebut merupakan perwakilan dari enam kecamatan se-Kota Mataram dari berbagai unsur antara lain dari Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Kelompok Tani Wanita (KWT), TP-PKK, hingga Karang Taruna.
"Pelatihan itu, merupakan bentuk pendampingan berkelanjutan dari program bantuan budidaya ikan patin sistem kolam terpal yang telah diberikan kepada 25 kelompok tersebut," katanya.
Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan peserta dalam mengelola usaha budidaya ikan patin secara optimal, efisien, dan berkelanjutan.
"Ini bentuk pendampingan kami bagi kelompok yang sudah dapat bantuan, agar peserta paham dan mengerti teknik budidaya ikan yang baik dan benar. Pelatihan berlangsung selama dua hari yakni 17-18 September 2026," katanya.
Pemilihan komoditas budidaya ikan patin menjadi pilihan karena selain memiliki nilai gizi dan kalori yang tinggi, ikan patin dinilai cukup tahan banting dan mudah dipelihara sebagai stimulan pengenalan budidaya bagi masyarakat.
Selain itu, peluang pasar ikan patin cukup menjanjikan dengan harga jual stabil di kisaran Rp32.000 hingga Rp33.000 per kilogram, serta memiliki potensi pasar yang luas, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan program makan bergizi gratis (MBG).
"Ikan patin ini menjadi salah satu komoditas utama yang dicari, baru kemudian diikuti jenis lain seperti nila dan ikan emas. Prospek pasarnya sangat bagus dan diminati masyarakat," katanya.
Secara keseluruhan, katanya, bantuan untuk budidaya kolam terpal yang diberikan mencakup penyediaan fasilitas kolam terpal yang dilengkapi dengan sistem penyaringan, filtrasi air menggunakan media spon dan bioball, bibit ikan masing-masing 50 ekor, pakan, pelatihan teknis, hingga pendampingan.
Baca juga: Di mulai, pembangunan sembilan KNMP Dompu senilai Rp27,8 miliar
Dinas Perikanan berkomitmen melakukan pendampingan dan monitoring secara berkelanjutan hingga masa panen perdana yang diperkirakan berlangsung dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.
Adapun anggaran program pelatihan dan bantuan budidaya ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) dengan total Rp1,7 miliar, termasuk untuk sejumlah kegiatan lainnya.
"Program itu, diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk mengembangkan budidaya ikan secara mandiri dan berskala usaha di masa mendatang," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026