Dinas Perdagangan Kudus bekali pelaku UMKM untuk menembus pasar ekspor
Selasa, 29 September 2026 16:42 WIB
Puluhan pelaku UMKM mengikuti pembekalan ekspor di Gedung C aula Dinas Kominfo Kudus, Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, membekali pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan strategi serta upaya meningkatkan kapasitas usaha dan kualitas produknya agar bisa mampu menembus pasar ekspor.
"Kegiatan pembinaan ekspor ini digelar karena produk yang dihasilkan pelaku usaha di Kabupaten Kudus dinilai memiliki kualitas dan keunikan yang berpotensi dipasarkan ke luar negeri," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kudus Mohammad Fitriyanto di sela-sela pembekalan ekspor terhadap pelaku UMKM di Gedung C aula Dinas Kominfo Kudus, Selasa.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindag Provinsi Jateng Suci Baskoro Wati serta Jalian Setiarsa yang merupakan kurator ekspor yang juga Tenaga Teknis Bidang Promosi, Akses Pasar dan Pemasaran Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI.
Ia mengungkapkan produk-produk dari pelaku usaha di Kabupaten Kudus ini sangat berkualitas dan unik. Sedangkan tujuan ekspor menjadi salah satu peluang di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit dan daya beli masyarakat yang menurun.
Menurut dia kegiatan tersebut diikuti pelaku usaha secara luring maupun daring karena keterbatasan kapasitas tempat. Sebanyak 35 pelaku usaha mengikuti kegiatan secara tatap muka, sedangkan peserta lainnya mengikuti melalui Zoom Meeting.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah serta kurator dari Export Center Surabaya yang berada di bawah binaan Kementerian Perdagangan.
Fitriyanto berharap pembinaan tersebut dapat memberikan semangat kepada pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas usahanya sehingga produk yang selama ini dipasarkan secara lokal dapat berkembang ke pasar global.
"Harapannya pelaku usaha bisa mendapatkan dukungan dan semangat kembali untuk meningkatkan usahanya agar naik kelas, dari yang semula di tingkat lokal bisa naik ke tingkat global," ujarnya.
Ia mengungkapkan nilai ekspor Kabupaten Kudus masih didominasi perusahaan besar, di antaranya PT Djarum, Polytron, dan PT Pura.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kudus, nilai ekspor pada 2024 tercatat sekitar Rp750 miliar, kemudian turun menjadi sekitar Rp640 miliar pada 2025. Sementara hingga Agustus 2026, nilai ekspor Kudus baru mencapai lebih dari Rp400 miliar.
Produk yang diekspor dari Kudus antara lain mebel atau furnitur, sigaret kretek, serta kopi. Tujuan ekspornya juga beragam, mulai dari kawasan Timur Tengah hingga Eropa.
Nantinya, kata dia, pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap pelaku usaha yang dinilai memiliki potensi dan berminat mengembangkan pasar ekspor setelah mengikuti kegiatan tersebut.
"Nanti hasil pelatihan ini akan kami monitor. Bagi yang berminat dan memiliki potensi melakukan ekspor, akan kami dampingi terkait perizinan dan legalitasnya," ujarnya.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membantu mempromosikan produk potensial melalui portal pemasaran yang tersedia.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.