REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Seorang anggota Kongres Amerika Serikat asal Tennessee yang dikenal kerap melontarkan pernyataan anti-Islam menelan kekalahan dalam pemilu pendahuluan Partai Republik, Kamis (6/8/2026). Ia kalah meski telah mengantongi dukungan resmi dari Presiden AS Donald Trump—sebuah dukungan yang selama ini dianggap sebagai "tiket emas" bagi para politikus Partai Republik.
Andy Ogles, sosok yang sudah menjabat sebagai anggota DPR AS selama dua periode, tumbang di tangan Charlie Hatcher, seorang peternak sapi perah sekaligus pejabat dinas pertanian negara bagian Tennessee. Hatcher, yang juga menyatakan dukungannya kepada Trump, mengusung slogan kampanye "Pilihlah Peternak" (hire a farmer) serta mendeskripsikan dirinya di portal kampanye sebagai sosok yang "pro-senjata, pro-kehidupan, dan pro-Trump".
Dilansir dari Middle East Eye, Hatcher mengungguli Ogles dalam hal dana kampanye berkat kucuran dana dari kelompok eksternal yang mendukung platform peremajaan energi terbarukan. Kekalahan mengejutkan ini juga dipicu oleh perubahan batas wilayah distrik pemilihan Ogles—langkah yang dimungkinkan setelah putusan Mahkamah Agung AS melemahkan Undang-Undang Hak Pilih (Voting Rights Act).
Meski demikian, Ogles juga disorot tajam karena obsesinya menyerang kelompok tertentu. Dalam unggahan di platform X yang kini telah dihapus, ia sempat menyebut pada Juni lalu bahwa "homoseksualitas tidak memiliki tempat di Amerika". Kendati demikian, kelompok Muslim menjadi sasaran paling intensif dari retorika kerasnya.
Sebagai pendukung gigih Israel dan anggota kelompok sayap kanan House Freedom Caucus, Ogles kerap mengusulkan kebijakan garis keras terhadap umat Islam. Baru-baru ini, ia menyatakan niatnya untuk mengajukan undang-undang yang melarang imigrasi dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.
Ogles juga menyatakan bahwa "keberagaman adalah kelemahan kita" dan menyerukan deportasi warga negara AS beragama Islam hasil naturalisasi, termasuk Wali Kota New York Zohran Mamdani.
"Zohran 'muhammad kecil' Mamdani adalah seorang antisemit, sosialis, dan komunis yang akan menghancurkan Kota New York yang agung," tulis Ogles di X pada Juni lalu. "Dia harus DITAHAN dan DIDEPORTASI. Karena itulah saya mendesak agar dia menjalani proses pencabutan status kewarganegaraan."