Tenda darurat menjadi tempat tinggal sementara warga terdampak gempa di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Selasa (18/8/2026). Di bawah terpal sederhana, keluarga penyintas berusaha melanjutkan kehidupan setelah rumah mereka rusak akibat guncangan gempa. (FOTO : EPA/MADE NAGI)
Tenda didirikan di sekitar permukiman dan lokasi pengungsian. Bentuknya sederhana, berupa rangka yang ditutup terpal dengan ruang terbatas untuk beberapa anggota keluarga. Tikar digelar di atas tanah sebagai alas tidur. Pakaian, peralatan makan, air minum, dan barang-barang yang masih tersisa dari rumah disimpan berdekatan di dalam tenda. (FOTO : EPA/MADE NAGI)
Bagi warga, tinggal di tenda bukan pilihan. Mereka khawatir kembali ke rumah yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Sebagian bangunan mengalami retakan, sementara gempa susulan membuat warga memilih berada di luar rumah demi keselamatan. (FOTO : EPA/MADE NAGI)
Pada siang hari, panas mudah terperangkap di dalam tenda. Ketika malam datang, udara berubah dingin. Ruang yang sempit membuat aktivitas keluarga harus dilakukan secara bergantian. Memasak, makan, beristirahat, hingga merawat anak berlangsung dalam ruang yang sama. (FOTO : EPA/MADE NAGI)
Penyintas gempa di Mbay membutuhkan tempat tinggal sementara yang layak, air bersih, perlengkapan tidur, kebutuhan kebersihan, obat-obatan, serta makanan yang dapat memenuhi kebutuhan keluarga selama masa tanggap darurat. (FOTO : EPA/MADE NAGI)
Sejumlah bantuan mulai berdatangan. Bantuan darurat terus diarahkan bagi warga penyintas gempa untuk memenuhi kebutuhan pangan, obat-obatan, sanitasi, dan perlengkapan bayi. (FOTO : EPA/MADE NAGI)
Bagi warga Mbay, bantuan yang datang bukan hanya tentang apa yang bisa dimakan hari ini. Bantuan berarti rasa aman, tempat beristirahat yang layak, akses air bersih, layanan kesehatan, serta kesempatan untuk perlahan membangun kembali kehidupan. (FOTO : EPA/MADE NAGI)
Tenda bagi penyintas Mbay adalah tempat berlindung, tetapi bukan rumah. Di dalamnya ada kehidupan yang untuk sementara harus dipadatkan dalam ruang kecil sembari menunggu keadaan kembali aman. (FOTO : EPA/MADE NAGI)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, MBAY -- Tenda-tenda darurat menjadi rumah sementara bagi warga terdampak gempa di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Di bawah lembaran terpal yang menahan panas siang dan dingin malam, para penyintas berusaha menjalani hari setelah rumah mereka rusak akibat gempa.
sumber : EPA