Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:46 WIB
Copenhagen, VIVA – Denmark untuk pertama kalinya akan mengirim lebih dari 100 personel wajib militer ke Greenland di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik serta pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin menjadikan pulau tersebut bagian dari AS.
Baca Juga
Laporan Reuters pada Selasa menyebut langkah itu dilakukan bersamaan dengan perluasan program wajib militer Denmark yang kini juga mencakup perempuan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland sebelumnya telah memperingatkan AS agar tidak berupaya mengambil alih pulau tersebut serta menegaskan pentingnya penghormatan terhadap integritas wilayah mereka.
Baca Juga
Angkatan Bersenjata Denmark menyatakan sekitar 1.600 pemuda mulai menjalani masa wajib militer yang diperpanjang menjadi 11 bulan, dari sebelumnya hanya empat bulan.
Undang-undang yang mewajibkan perempuan menjalani dinas militer dengan ketentuan yang sama seperti laki-laki telah berlaku di Denmark sejak Juli 2025.
Baca Juga
Sementara itu, surat kabar BT melaporkan Putri Isabella yang berusia 19 tahun mulai menjalani pendidikan militer pada Senin dengan bergabung ke Resimen Pengawal Husar Denmark.
Menurut Reuters, perluasan masa dinas militer di Denmark juga dikaitkan dengan situasi di Ukraina dan dugaan ancaman yang bersumber dari tindakan Rusia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Moskow selama beberapa tahun terakhir berulang kali menyatakan keprihatinan atas meningkatnya aktivitas NATO di dekat perbatasan barat Rusia.
Pemerintah Rusia menegaskan negaranya tidak mengancam pihak mana pun, tetapi tidak akan mengabaikan tindakan yang dinilai membahayakan kepentingannya. (Ant)
AS Akan Tutup 5 Kantor Konsulatnya, Ada di Indonesia dan Jepang
Amerika Serikat (AS) berencana menutup kantor konsulatnya di Medan, Indonesia, bersamaan dengan misi diplomatiknya di empat negara lain. Total ada 5 kantor konsulat.
VIVA.co.id
4 Agustus 2026