Elephants

Demo Mahasiswa Berujung Chaos, Gedung Pemerintah & Bank Terbakar

October 15, 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Demonstrasi yang diikuti puluhan ribu mahasiswa di Tirana, ibu kota Albania, pada Rabu (14/10/2026) waktu setempat, berujung ricuh setelah massa membakar gedung pemerintah dan dua bank. Mereka memprotes mahalnya biaya pendidikan, minimnya prospek kerja, serta dugaan korupsi di pemerintahan Perdana Menteri Edi Rama.

Polisi membubarkan massa menggunakan meriam air dan gas air mata setelah demonstran membakar gedung Kementerian Pendidikan, melemparkan batu ke arah petugas, serta merusak sejumlah fasilitas umum dan tempat usaha. Kantor cabang Raiffeisen Bank di dekat kementerian juga dilaporkan terbakar, menurut saksi mata Reuters.

"Ini adalah revolusi. Kami sudah lelah dengan protes damai. Kami tidak akan berhenti sampai Rama mengundurkan diri," ujar seorang mahasiswa bernama Lora. Ia menolak menyebutkan nama belakangnya saat ikut melempar batu ke arah polisi.

Pilihan Redaksi

Kerusuhan tersebut menjadi salah satu ledakan kemarahan terbesar terhadap Rama, yang memenangkan masa jabatan keempat dalam pemilihan umum Mei tahun lalu. Pemerintahannya menghadapi tekanan akibat dugaan korupsi di kalangan pejabat tinggi, sementara sebagian demonstran juga menilai kelompok oposisi tidak menawarkan alternatif yang layak.

Para mahasiswa mengatakan aksi tersebut dipicu oleh tingginya biaya pendidikan tinggi, minimnya bantuan keuangan bagi mahasiswa, serta terbatasnya peluang kerja setelah lulus. Media Albania melaporkan demonstrasi juga meluas ke sejumlah universitas di Elbasan dan Shkodra.

Gelombang protes ini menyusul aksi-aksi damai sepanjang musim panas yang menentang rencana pembangunan resor mewah di pesisir selatan Albania. Proyek tersebut didukung Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dan kini menghadapi sengketa hukum.

Pemerintah mengecam kekerasan yang terjadi. Wakil Perdana Menteri Albana Kociu menegaskan bahwa demonstrasi merupakan hak warga, tetapi tidak boleh menjadi pembenaran bagi perusakan fasilitas publik.

"Melakukan protes adalah hak yang sah, namun hal itu tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan, perusakan kota, atau perkelahian yang tidak pantas di tengah jalan," tulisnya melalui Facebook.

Kepolisian Albania juga menyerukan agar situasi tetap kondusif dan memperingatkan bahwa pelaku pembakaran, perusakan properti, maupun penyerangan terhadap petugas akan dimintai pertanggungjawaban hukum. 

(luc/luc)

[Gambas:Video CNBC]