Elephants

Dedikasi Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda, Retno Pinasti: Pejuang Paripurna bagi Jurnalisme di Era AI

September 23, 2026

Rabu, 23 September 2026 - 21:06 WIB

Jakarta, VIVA – Duka atas hilangnya lima jurnalis saat menjalankan tugas peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau Selat Sunda, menjadi refleksi penting atas dedikasi para wartawan dalam menjalankan profesi.

Baca Juga

Ketua Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) Retno Pinasti menyatakan bahwa kelima jurnalis tersebut adalah pejuang informasi dan berita di tengah perkembangan era kecerdasan buatan (AI).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan Retno dalam acara "Doa Bersama dan Solidaritas untuk 5 Jurnalis" yang berlangsung di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin, 21 September 2026.

Baca Juga

"Ini adalah bentuk dedikasi paripurna bagi jurnalisme Indonesia, jurnalisme publik di era AI," katanya, dikutip Rabu, 23 September 2026.

Retno menyinggung bahwa perkembangan teknologi saat ini memungkinkan berbagai gambar atau visual direkayasa menggunakan AI.

Baca Juga

Teknologi ini juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan informasi palsu atau hoaks.

Di tengah disrupsi industri media tersebut, kelima jurnalis itu adalah contoh pejuang yang memilih menghadapi tantangan demi menghadirkan karya jurnalistik berbasis fakta lapangan.

"Kelima teman kita memilih untuk berjuang bahkan mempertaruhkan keselamatannya untuk mendapatkan fakta dan bukti dari sebuah peristiwa, dari sebuah bencana untuk disampaikan kepada publik," ujar dia.

Atas dedikasi tersebut, Retno menyampaikan penghormatan kepada lima jurnalis yang hingga kini belum ditemukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Simpati kami untuk seluruh keluarga juga, untuk kelima teman dan juga tiga awak kapal yang masih belum pulang dalam bertugas. Semoga seluruh keluarga dan kita semua komunitas jurnalis Indonesia mendapatkan kekuatan. Terima kasih," ucap dia.

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda resmi dihentikan pada 17 September 2026 setelah berlangsung selama 10 hari sebelum dinyatakan berakhir. (ant/rpi)

Ilustrasi Gunung Anak Krakatau

Sempat Runtuh dan Picu Tsunami, Gunung Anak Krakatau Kini Tumbuh Lagi

Gunung Anak Krakatau belum berhenti berubah usai runtuh besar pada 2018. Gunung api yang sebagian tubuhnya ambruk ke laut itu kini perlahan membentuk kembali tubuhnya.

VIVA.co.id

23 September 2026