Elephants

Data Kemenkes Ungkap 6 Juta Pasangan Usia Subur Alami Infertilitas! Bukan Cuma Istri, Suami Juga Perlu Diperiksa

October 6, 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Jakarta, VIVA – Persoalan kesuburan masih menjadi tantangan bagi banyak pasangan yang sedang merencanakan kehamilan. Perjalanan untuk mendapatkan buah hati tidak selalu berjalan sesuai harapan, bahkan sebagian pasangan harus menjalani proses panjang sebelum mengetahui kondisi kesehatan reproduksi yang mereka alami.

Baca Juga

Di Indonesia, infertilitas diperkirakan dialami oleh sekitar 10–15 persen pasangan usia subur. Berdasarkan artikel Kementerian Kesehatan RI yang diterbitkan pada 23 Mei 2022, angka tersebut setara dengan sekitar 4–6 juta pasangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Infertilitas juga bukan persoalan yang hanya berkaitan dengan perempuan. Gangguan pada sistem reproduksi dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan sehingga upaya mencari penyebab dan menentukan langkah penanganan perlu melibatkan kedua pihak.

Baca Juga

Kondisi tersebut membuat edukasi mengenai kesehatan reproduksi menjadi penting, terutama bagi pasangan yang sudah lama mengupayakan kehamilan. Pemeriksaan dan konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu pasangan memahami kondisi masing-masing sekaligus menentukan langkah yang sesuai.

Di sisi lain, perjalanan menghadapi infertilitas juga tidak jarang memberikan tekanan secara psikologis. Harapan yang belum terwujud, proses pemeriksaan, hingga stigma dari lingkungan dapat menjadi beban tersendiri bagi pasangan, khususnya perempuan yang kerap lebih banyak menerima tekanan sosial terkait persoalan memiliki anak.

Baca Juga

Gambaran mengenai panjangnya perjalanan tersebut terlihat dari kisah Kingkin Kusumawardhani. Ia telah menantikan kehadiran buah hati selama 23 tahun pernikahannya. Bersama sang suami, Kingkin masih berusaha mendapatkan pendampingan dan informasi untuk melanjutkan ikhtiar mereka.

“23 tahun bukan waktu yang singkat, dan terlalu jauh perjalanannya. Mungkin ini terakhir kali usaha saya,” ungkap Kingkin saat mengikuti kegiatan GlowImpact di Malang, Jawa Timur, (30/9/2026).

Kisah Kingkin menunjukkan bahwa persoalan infertilitas dapat menjadi perjalanan yang sangat panjang bagi sebuah pasangan. Karena itu, dukungan tidak hanya dibutuhkan dari sisi medis, tetapi juga dari pasangan dan lingkungan sekitar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam proses mengupayakan kehamilan, pasangan juga perlu memahami bahwa kondisi setiap orang berbeda. Tidak semua pasangan membutuhkan pemeriksaan atau penanganan yang sama. Evaluasi oleh tenaga kesehatan menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi reproduksi dan menentukan langkah berikutnya.

Penting pula bagi pasangan untuk menjalani proses tersebut bersama. Dengan melibatkan suami dan istri, informasi mengenai kesehatan reproduksi tidak hanya menjadi tanggung jawab salah satu pihak.

Halaman Selanjutnya

“Kami percaya, perjalanan mendapatkan buah hati bukan hanya menjadi perjuangan perempuan, tetapi juga perjalanan yang dijalani bersama pasangan,” ujar Shandy Purnamasari, Founder Ms Glow Beauty, dalam keterangannya, dikutip Selasa (6/10/2026).