Elephants

Dapen BTN Waspadai Lima Faktor yang Bisa Tekan Return Investasi hingga Akhir Tahun

September 19, 2026

ILUSTRASI. Dana pensiun (CFOTO/Sipa USA via Reuters )

Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun PT Bank Tabungan Negara (BTN) yang merupakan penyelenggara Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) menyebut industri dana pensiun perlu mewaspadai sejumlah faktor yang bisa memengaruhi kinerja Return on Investment (RoI) hingga akhir tahun ini. 

Direktur Dana Pensiun (Dapen) BTN Palwoto menyampaikan faktornya, antara lain perkembangan suku bunga domestik dan global, volatilitas yield Surat Berharga Negara (SBN), pergerakan nilai tukar, kondisi pasar saham, serta perkembangan likuiditas pasar.

"Ditambah, adanya dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi sentimen pasar dan aliran modal asing," ujarnya kepada Kontan, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga: Pemegang BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas Berpeluang Dapat Trip MAMA Awards 2026

Bagi pengelolaan investasi dana pensiun, Palwoto menerangkan perhatian utama tetap diarahkan pada keseimbangan antara optimalisasi return, pengelolaan risiko, dan pemenuhan kewajiban. Dia menyebut optimalisasi RoI perlu dilakukan secara prudent dan terukur.

"Sebab, peningkatan return yang tidak diimbangi dengan pengelolaan risiko yang memadai dapat meningkatkan volatilitas kinerja portofolio secara keseluruhan," tuturnya.

Dalam upaya meningkatkan kinerja RoI, Palwoto menerangkan fokus Dana Pensiun BTN tetap diarahkan pada optimalisasi portofolio secara selektif dan prudent, dengan mempertimbangkan sejumlah faktor. 

"Faktornya, yakni kebutuhan pemenuhan kewajiban jangka panjang melalui pendekatan Asset Liability Matching, kesesuaian dengan ketentuan regulator dan kebijakan investasi yang berlaku, serta tetap memperhatikan risk-return profile dari setiap instrumen," katanya.

Lebih lanjut, Palwoto mengatakan kinerja investasi, khususnya RoI Dana Pensiun BTN, hingga Juli 2026 masih sejalan dengan Roadmap Dana Pensiun BTN maupun rencana bisnis, dengan perkembangannya dipengaruhi dinamika pasar, serta strategi taktis dalam pengelolaan portofolio investasi pada masing-masing instrumen.

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, RoI dana pensiun sempat mengalami tekanan atau menurun dari sebesar 0,51% per Mei 2026, menjadi sebesar 0,02% per Juni 2026. Namun, kondisi RoI dana pensiun menunjukkan peningkatan menjadi sebesar 0,95% per Juli 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag