Dampingi Wamenko Pangan, Kadishut Kalteng tegaskan penanganan karhutla terus diperkuat
Sabtu, 22 Agustus 2026 07:53 WIB
Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq (kanan) berbincang dengan Kadishut Kalteng Agustan Saining saat meninjau lokasi kebakaran lahan di Jalan Yos Sudarso Palangka Raya, Jumat (21/8/2026). (ANTARA/HO-Dishut Kalteng)
Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat melalui sinergi pemerintah, aparat, dunia usaha dan masyarakat, seiring masih adanya potensi kebakaran di sejumlah wilayah.
"Penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Semua unsur harus bergerak sesuai kewenangan dan perannya masing-masing," kata Kepala Dishut Kalteng Agustan Saining di Palangka Raya, Jumat malam.
Hal itu dia sampaikan saat mendampingi Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq meninjau lokasi kebakaran lahan di Jalan Yos Sudarso Palangka Raya.
Menurut dia, kunjungan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan ke Kalimantan Tengah menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi penanganan karhutla di lapangan sekaligus memperkuat perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan tersebut.
Baca juga: Wamenko Pangan tinjau karhutla di Kalteng tegaskan kehadiran pemerintah
Ia mengatakan penanganan karhutla tidak cukup dilakukan setelah api muncul. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus diperkuat sejak dini, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Agustan menjelaskan karakteristik lahan di Kalimantan Tengah, khususnya kawasan gambut, menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla. Api yang terlihat di permukaan, kata dia, belum tentu menggambarkan kondisi kebakaran yang terjadi di dalam tanah.
"Karena itu, pembasahan, pemantauan titik rawan, kesiapsiagaan personel, serta ketersediaan sumber air menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi karhutla," jelasnya.
Selain penguatan kesiapsiagaan, keterlibatan masyarakat juga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran. Edukasi dan pengawasan terus diperlukan untuk mencegah praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.
Ia menambahkan kondisi lapangan perlu terus dipantau karena perubahan cuaca dan kondisi lahan dapat mempengaruhi potensi munculnya titik api.
Dinas Kehutanan Kalteng bersama unsur terkait, lanjutnya, terus memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
Menurut Agustan, penanganan karhutla pada akhirnya bukan hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga menyangkut perlindungan hutan, ekosistem, satwa, serta masyarakat dari dampak kebakaran dan asap.
Baca juga: Temui 'Superman' pemadam karhutla, Menhut sampaikan salam Presiden RI hingga peluang beasiswa
Baca juga: Dukung P4GN, Gubernur Kalteng terima penghargaan Kepala BNN RI
Baca juga: Semangat hari kemerdekaan, Pemprov Kalteng salurkan 5 ribu paket sembako murah
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.