Elephants

Damkartan Lombok Tengah imbau warga waspada usai tiga kebakaran sehari

August 5, 2026
Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk ekstra hati-hati terhadap potensi kebakaran.

Lombok Tengah (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Lombok Tengah di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengimbau warga tingkatkan kewaspadaan terhadap api usai tiga kebakaran terjadi dalam sehari di wilayah tersebut.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk ekstra hati-hati terhadap potensi kebakaran yang meningkat seiring masuknya musim kemarau," kata Kepala Dinas Damkartan Lombok Tengah Supardan di Lombok Tengah, Rabu.

Dia mengatakan hal itu menyusul penanganan tiga kebakaran di lokasi berbeda yang terjadi hampir bersamaan di wilayah itu.

Berdasarkan data sementara, dalam satu hari pada Selasa (4/8), kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 Wita di Desa Sintung, Kecamatan Batukliang, berupa satu rumah warga terbakar diduga akibat korsleting listrik.

Tim gabungan Pos Batukliang dan Damkartan berhasil memadamkan api dan tidak ada korban jiwa, namun kerugian material mencapai Rp 100 juta.

Pada pukul 13.31 Wita, kebakaran lahan melanda kawasan Kampung Homestay, Desa Kuta, Kecamatan Pujut. Api dipicu aktivitas warga membakar sampah di lahan kosong,  namun api merambat ke area sekitarnya.

Satu mobil pemadam dari Pos Kuta KEK Mandalika diterjunkan untuk mengatasi kejadian itu, hingga api berhasil dipadamkan total sebelum menyambar bangunan lain.

Personel Regu 1 Pos Damkartan KEK Mandalika bergerak cepat melakukan pemadaman dan pendinginan sehingga api tidak meluas ke pemukiman warga.

Kerugian material akibat insiden ini diperkirakan Rp 10 juta, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Guna mencermati tingginya frekuensi kebakaran, pihaknya meminta masyarakat melakukan langkah-langkah antisipasi secara mandiri di lingkungan masing-masing.

"Langkah pencegahan dapat dimulai dari menghindari aktivitas pembakaran, seperti tidak membakar sampah, rumput kering, maupun membuka lahan dengan cara dibakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan di area lahan kering atau semak-semak," ujar Supardan.

Selain itu, warga diimbau selalu waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan dan kompor dengan mematikan kompor, mencabut peralatan listrik yang tidak terpakai, serta memeriksa instalasi listrik secara berkala sebelum meninggalkan rumah.

"Dampak kebakaran tidak hanya merugikan harta dan nyawa, tetapi juga mencemari udara serta merusak lingkungan. Jika melihat ada kepulan asap atau titik api, segera hubungi petugas," imbuh dia.

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026