Jakarta (ANTARA) - China menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kerja sama praktis dengan negara-negara ASEAN untuk menghadirkan lebih banyak kepastian di tengah gejolak dan ketidakpastian global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Duta Besar China untuk ASEAN Wang Qing di Jakarta pada Kamis malam dalam peringatan 5 tahun Kemitraan Strategis Komprehensif (CSP) China-ASEAN, yang sekaligus menjadi bagian dari perayaan 77 tahun berdirinya Republik Rakyat China.
"Kami siap bekerja sama dengan negara-negara ASEAN untuk membuat kerja sama praktis kita semakin produktif dan membuahkan lebih banyak hasil, serta bersama-sama menghadirkan lebih banyak kepastian bagi dunia yang saat ini kita saksikan diwarnai begitu banyak gejolak dan ketidakpastian,” katanya.
Dubes Wang menyampaikan bahwa pada 2021, Presiden Xi Jinping dan para pemimpin ASEAN bersama-sama mengumumkan pembentukan Kemitraan Strategis Komprehensif (CSP) China-ASEAN.
Sejak saat itu, lanjutnya, China bekerja sama erat dengan ASEAN untuk membangun komunitas China-ASEAN dengan masa depan bersama yang lebih erat, dengan visi mewujudkan rumah bersama yang damai, aman dan terlindungi, makmur, serta bersahabat bagi semua.
Kerja sama China dan ASEAN terus diperkuat di tengah situasi Timur Tengah yang berdampak pada perdagangan, investasi, energi, dan ketahanan pangan kawasan, kata dia. Kedua belah pihak juga menyuarakan secara bersama dukungan terhadap multilateralisme dan keadilan serta perdamaian internasional.
“Dengan 66 mekanisme kerja sama yang telah terbentuk hingga saat ini, hubungan China-ASEAN dengan bangga telah memberikan manfaat nyata bagi kawasan melalui kemitraan yang dinamis, produktif, dan substantif,” ucapnya.
Seiring protokol peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN 3.0 (ACFTA 3.0) yang disebut Dubes Wang akan segera mulai berlaku, ia meyakini bahwa kerja sama ekonomi kedua pihak akan semakin berkembang.
Pada 2025, perdagangan dua arah China-ASEAN telah melampaui 1 triliun dolar AS. China tetap menjadi mitra dagang terbesar ASEAN selama 17 tahun berturut-turut dan ASEAN menjadi mitra dagang terbesar China selama enam tahun berturut-turut.
Hingga Juli tahun ini, nilai investasi dua arah secara kumulatif juga telah melampaui 515 miliar dolar AS.
Baca juga: Dubes Wang optimistis China-ASEAN terus jadi motor pembangunan Asia
Baca juga: Indonesia harapkan China dukung terwujudnya Sentralitas ASEAN
Baca juga: Pakar sebut Kanal Pinglu jadi jalur arteri ekonomi China-ASEAN
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.