Liputan6.com, Bogota - Gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada 10 Agustus menyisakan kisah pilu bagi keluarga Saavedra Caycedo.
Dikutip dari CNN, Rabu (19/8/206), Ana María Saavedra Caycedo harus berjam-jam terjebak di bawah reruntuhan dengan luka pada lengan dan panggul yang patah. Saat akhirnya berhasil diselamatkan, perempuan itu menghadapi kenyataan pahit: ia menjadi satu-satunya anggota keluarga intinya yang selamat.
Saat gempa mengguncang, keluarga Saavedra Caycedo berada di apartemen mereka di Cali, salah satu kota yang terdampak paling parah.
Operasi pencarian dan penyelamatan langsung dilakukan setelah gempa. Upaya tersebut berlangsung selama berhari-hari, sementara keluarga dan teman-teman korban turun ke jalan untuk meminta bantuan sekaligus ikut dalam proses penyelamatan.
Saudara kembar tiga, Ana María, Sofía, dan Isabella Saavedra Caycedo, ayah mereka Jair Saavedra, ibu mereka Vicky Caycedo, serta paman mereka Diego Caycedo kemudian ditemukan dari balik reruntuhan dalam hitungan jam hingga beberapa hari setelah gempa.
Namun, hanya Ana María yang selamat.
Ditemukan Berpelukan
Jair dan Vicky ditemukan dalam kondisi berpelukan pada saat-saat terakhir kehidupan mereka. Sofía dan Diego juga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Sementara jasad Isabella menjadi yang terakhir dievakuasi dari reruntuhan, kata sepupu keluarga tersebut, Camila Martínez Sierra.
Keluarga kemudian membuat kampanye penggalangan dana melalui GoFundMe untuk membantu Ana María menjalani pemulihan. Kampanye itu telah menerima ribuan donasi.
Dalam laman penggalangan dana disebutkan Ana María telah menjalani operasi dan kini menghadapi proses pemulihan yang panjang.
"Hati kami hancur karena kehilangan paman saya Jairo dan Vicky serta sepupu saya Sofía dan Isabella," tulis Martínez Sierra di Instagram pada Jumat.
"Sekarang waktunya untuk tetap bersatu dan berada di sisi sepupu kami, Ana. Setiap bantuan, doa, donasi, dan membagikan informasi sangat berarti," lanjutnya.
Menurut keluarga, ketiga saudara kembar tersebut baru saja lulus dari universitas dan bekerja bersama.
"Mereka memiliki mimpi, rencana, dan seluruh kehidupan di depan mereka," tulis keluarga dalam laman GoFundMe.
"Kami ingin Ana María memiliki fondasi yang kuat untuk pulih secara fisik dan emosional serta memulai kembali hidupnya, tanpa harus mengkhawatirkan bagaimana membayar semua kebutuhan yang akan datang."