Bagi sebagian anak, kehadiran adik baru menjadi momen yang sudah dinanti sejak masa kehamilan. Namun, enam anak perempuan dari Sara-Bai Rose justru mengalami kejutan yang tidak biasa. Mereka baru mengetahui adik baru, ketika sang ibu pulang dari rumah sakit sambil menggendong bayi perempuan yang baru lahir.
Dikutip dari People, momen tersebut terekam dalam video TikTok yang membuat penonton sama terkejutnya dengan anak-anak perempuannya.
"POV: Aku tidak memberi tahu anak-anakku bahwa aku hamil, aku tiba-tiba pulang membawa bayi suatu hari," demikian bunyi teks dalam video tersebut, sementara keterangan videonya mengungkapkan bahwa hanya anak perempuan tertua Rose yang sudah mengetahui rahasia itu sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sara-Bai Rose, ibu berusia 36 tahun asal Amerika Serikat, mengaku tidak pernah secara sengaja membuat kehamilannya menjadi sebuah rahasia besar. Awalnya, ia ingin menunggu waktu yang tepat untuk memberi tahu anak-anaknya, terutama karena sebelumnya pernah mengalami keguguran.
Ia ingin memastikan kehamilan tersebut berjalan dengan baik sebelum membagikan kabar bahagia kepada keluarga. Namun, hari demi hari berlalu dan keenam putrinya tidak menyadari perubahan tersebut.
"Aku hanya menunggu sampai mereka berkomentar, tapi mereka tidak pernah melakukannya," ujarnya. Saat ia menyadari bahwa mereka benar-benar tidak tahu apa-apa, usia kehamilannya sudah mendekati masa persalinan.
Bahkan, hanya putri sulungnya yang akhirnya mengetahui kehamilan sang ibu setelah menemukan foto USG secara tidak sengaja. Meski mengetahui rahasia itu, alih-alih langsung bertanya kepada ibunya, remaja itu memutuskan untuk menunggu sampai Rose sendiri yang siap menyampaikan kabar tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, ia justru semakin heran karena percakapan itu tak kunjung terjadi.
"Biasanya, dialah orang pertama yang saya beri tahu," ujar Rose. Jadi, saat bayi itu akhirnya dibawa pulang, reaksi putri sulungnya jauh lebih tenang dibandingkan reaksi orang-orang lain.
"Dia cuma bilang, 'Ya, aku sudah tahu,' lalu melanjutkan aktivitasnya seperti biasa," kenang Rose.
Hingga akhirnya, bayi perempuan tersebut lahir lebih cepat dari perkiraan. Sara-Bai pun pulang dari rumah sakit membawa anggota keluarga baru yang sama sekali tidak diprediksi oleh keenam putrinya. Reaksi mereka pun beragam, mulai dari terkejut, bingung, hingga langsung merasa sayang kepada adik kecil mereka.
Namun, hal yang paling mengejutkan adalah melihat reaksi setiap putrinya yang ternyata persis seperti dugaan Rose dan suaminya. Dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, pasangan itu bahkan sempat bercanda menebak anak mana yang akan berkomentar lebih dulu dan apa yang akan mereka katakan.
Bagaimana dampak kehadiran adik baru bagi anak?
Menurut penelitian psikologi yang dipublikasikan dalam National library of medicine, kelahiran bayi baru merupakan salah satu perubahan besar dalam kehidupan anak. Peristiwa ini disebut sebagai transition to siblinghood atau masa transisi menjadi seorang kakak. Perubahan tersebut dapat memengaruhi hubungan anak dengan orang tua, rutinitas keluarga, hingga kondisi emosional anak.
Meski sering dianggap dapat menyebabkan kecemburuan atau masalah perilaku, penelitian menunjukkan bahwa kehadiran adik baru tidak selalu menjadi pengalaman negatif bagi anak.
Sebuah tinjauan terhadap 30 penelitian menemukan bahwa transisi menjadi kakak tidak selalu menyebabkan “krisis perkembangan” seperti anggapan sebelumnya. Sebagian besar anak mampu beradaptasi, meskipun beberapa anak mungkin mengalami perubahan sementara seperti lebih sensitif, mencari perhatian lebih, atau mengalami perubahan perilaku.
Dalam kasus keluarga Sara-Bai, keenam putrinya kemungkinan lebih mudah menerima kehadiran bayi baru karena mereka sudah tumbuh dalam keluarga besar dan terbiasa memiliki saudara. Pengalaman berbagi perhatian dengan saudara sebelumnya dapat membantu anak memahami bahwa kasih sayang orang tua tetap ada meskipun anggota keluarga bertambah.
Apakah anak perlu diberi tahu saat ibu hamil?
Banyak psikolog anak menyarankan agar orang tua tetap melibatkan anak dalam proses kehamilan. Memberi tahu anak tentang kehadiran calon adik dapat membantu mereka mempersiapkan diri secara emosional.
Penelitian mengenai transisi menjadi kakak menunjukkan bahwa proses adaptasi anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, bukan hanya kehadiran bayi itu sendiri. Hubungan anak dengan orang tua, karakter anak, dukungan keluarga, serta bagaimana orang tua membantu anak memahami perubahan menjadi faktor penting dalam proses tersebut.
Artinya, tidak ada satu cara yang selalu benar untuk memberi tahu anak tentang kehamilan. Sebagian keluarga memilih mengajak anak mengikuti perjalanan kehamilan sejak awal, sementara keluarga lain memilih menunggu hingga waktu tertentu.
Yang terpenting adalah anak tetap merasa aman, dicintai, dan tidak kehilangan tempatnya dalam keluarga.
Pentingnya meyakinkan kakak setelah adik lahir
Saat bayi baru hadir, perhatian orang tua biasanya banyak tercurah kepada Si Kecil. Kondisi ini terkadang membuat anak yang lebih besar merasa tersisihkan.
Menurut penelitian tentang hubungan keluarga setelah kelahiran saudara baru yang dipublikasikan dalam National library of medicine, kualitas hubungan orang tua dan anak sebelum maupun setelah kelahiran bayi memiliki peran besar dalam membantu anak beradaptasi.
Beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua antara lain:
- Tetap menyediakan waktu khusus bersama anak yang lebih besar.
- Melibatkan kakak dalam aktivitas sederhana merawat bayi.
- Menghindari membandingkan kakak dan adik.
- Memberikan apresiasi ketika kakak menunjukkan sikap sayang kepada adiknya.
Kehadiran adik juga bisa memberikan dampak positif
Selain tantangan, memiliki saudara juga dapat memberikan manfaat bagi perkembangan sosial anak. Interaksi antara kakak dan adik dapat membantu anak belajar berbagi, memahami emosi orang lain, bekerja sama, dan membangun hubungan sosial.
Penelitian longitudinal mengenai perkembangan anak setelah kelahiran saudara menunjukkan bahwa banyak anak mampu menunjukkan pola adaptasi yang baik ketika mendapatkan dukungan emosional dari keluarga.
Kisah Sara-Bai Rose akhirnya menjadi pengingat bahwa setiap keluarga memiliki cara berbeda dalam menyambut anggota baru. Kejutan membawa pulang bayi mungkin berhasil menjadi momen manis bagi keluarganya, tetapi yang paling menentukan bukanlah bagaimana kabar kehamilan disampaikan, melainkan bagaimana orang tua memastikan setiap anak tetap merasa dicintai.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)