Elephants

Cara minum kopi yang aman untuk penderita asam lambung

July 20, 2026

Jakarta (ANTARA) - Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan salah satu gangguan pencernaan yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan sehingga memicu berbagai gejala, seperti sensasi terbakar di dada (heartburn), nyeri ulu hati, mual, perut terasa tidak nyaman, hingga muncul rasa asam atau pahit di mulut.

Asam lambung sebenarnya merupakan cairan alami yang diproduksi oleh lambung untuk membantu mencerna makanan dan membunuh bakteri. Namun, ketika cairan tersebut mengalir kembali ke kerongkongan akibat gangguan pada katup lambung, penderitanya dapat mengalami keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Salah satu minuman yang kerap menjadi pemicu naiknya asam lambung adalah kopi. Kandungan kafein di dalam kopi dapat merangsang produksi asam lambung sehingga memperburuk gejala GERD pada sebagian orang. Meski demikian, bukan berarti penderita asam lambung harus sepenuhnya menghindari kopi.

Dengan memilih jenis kopi yang tepat serta memperhatikan cara dan waktu mengonsumsinya, penderita asam lambung masih dapat menikmati secangkir kopi dengan risiko yang lebih rendah.

Berikut beberapa tips aman minum kopi bagi penderita asam lambung.

1. Pilih kopi dengan tingkat keasaman rendah

Jenis kopi memiliki tingkat keasaman dan kandungan kafein yang berbeda-beda. Kopi Arabika umumnya mengandung kafein lebih rendah dibandingkan kopi Robusta sehingga cenderung lebih ramah bagi penderita asam lambung.

Selain rasanya yang lebih ringan, kopi Arabika juga memiliki tingkat keasaman yang relatif lebih rendah sehingga dapat membantu mengurangi risiko munculnya gejala setelah dikonsumsi.

2. Pilih kopi yang melalui proses fermentasi lebih lama

Proses fermentasi pada biji kopi tidak hanya memengaruhi cita rasa, tetapi juga tingkat keasamannya.

Semakin lama proses fermentasi dan semakin tinggi suhu yang digunakan, umumnya kadar keasaman total kopi akan semakin rendah. Oleh karena itu, kopi yang diproses melalui fermentasi lebih lama dapat menjadi pilihan bagi penderita gangguan lambung.

Baca juga: Pola makan yang baik bagi penderita asam lambung

3. Gunakan kopi dengan tingkat sangrai dark roast

Tingkat sangrai (roast) juga memengaruhi kandungan kafein dan karakteristik kopi.

Biji kopi dengan tingkat dark roast dipanggang pada suhu lebih tinggi dan dalam waktu lebih lama dibandingkan light roast maupun medium roast. Proses tersebut membuat kandungan kafeinnya cenderung lebih rendah.

Selain itu, sejumlah penelitian menunjukkan kopi dengan tingkat sangrai gelap lebih sedikit merangsang produksi asam lambung sehingga lebih aman dikonsumsi oleh penderita GERD.

Dark roast biasanya memiliki warna cokelat tua hingga hampir hitam dengan cita rasa yang lebih kuat, tetapi tingkat keasamannya lebih rendah.

4. Pertimbangkan metode seduh cold brew

Metode cold brew dilakukan dengan merendam bubuk kopi menggunakan air dingin atau air suhu ruang selama sekitar delapan hingga 24 jam sebelum disaring.

Teknik ini berbeda dengan es kopi biasa karena tidak menggunakan air panas saat proses ekstraksi.

Beberapa penelitian menyebutkan metode cold brew dapat menghasilkan kopi dengan tingkat keasaman yang lebih rendah dan kandungan kafein yang sedikit lebih rendah dibandingkan seduhan air panas.

Namun, penelitian lain menunjukkan perbedaan tingkat keasaman antara cold brew dan hot brew tidak terlalu signifikan. Karena itu, manfaat metode ini terhadap penderita asam lambung masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Baca juga: Mengenal GERD, masalah pencernaan yang rentan menyerang anak muda

5. Hindari kopi sachet

Penderita asam lambung sebaiknya membatasi konsumsi kopi instan dalam kemasan sachet.

Selain umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi, kopi sachet juga sering menggunakan campuran bahan lain yang dapat meningkatkan risiko iritasi lambung pada sebagian orang.

Memilih kopi murni dengan kualitas biji yang baik dapat menjadi pilihan yang lebih aman.

6. Jangan minum kopi saat perut kosong

Minum kopi ketika perut kosong merupakan salah satu kebiasaan yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam lambung.

Saat lambung kosong, asam lambung tetap diproduksi meski tidak ada makanan yang dicerna. Konsumsi kopi dalam kondisi tersebut dapat meningkatkan iritasi lambung dan memicu gejala GERD.

Sebaiknya konsumsi kopi setelah makan atau setelah mengisi perut dengan makanan ringan.

7. Temani kopi dengan biskuit atau camilan ringan

Jika ingin menikmati kopi pada pagi hari, penderita asam lambung dapat mengonsumsinya bersama biskuit atau camilan ringan.

Makanan ringan dapat membantu mengurangi iritasi akibat kopi saat masuk ke lambung sekaligus membuat lambung tidak dalam keadaan kosong ketika menerima asupan kafein.

Baca juga: 8 Minuman yang baik untuk pengidap asam lambung

8. Tambahkan susu jika diperlukan

Menambahkan susu ke dalam kopi juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko naiknya asam lambung.

Protein dalam susu dipercaya dapat membantu mengikat sebagian senyawa asam pada kopi sehingga mengurangi iritasi pada lambung. Selain itu, susu juga dapat membantu mengurangi efek kafein pada sebagian orang.

Meski demikian, pastikan memilih jenis susu yang sesuai dengan kondisi tubuh, terutama bagi orang yang memiliki intoleransi laktosa. Jangan lupa tetap memenuhi kebutuhan cairan harian dengan minum air putih yang cukup.

9. Batasi jumlah konsumsi kopi

Selain memilih jenis kopi yang tepat, penderita asam lambung juga perlu memperhatikan jumlah konsumsinya.

Secara umum, tubuh penderita GERD masih dapat mentoleransi sekitar 100 hingga 150 miligram kafein per hari atau setara satu hingga dua cangkir kopi, tergantung kondisi masing-masing individu.

Apabila setelah minum kopi gejala nyeri ulu hati, mual, atau sensasi terbakar di dada semakin sering muncul, sebaiknya kurangi konsumsi atau hentikan sementara hingga berkonsultasi dengan tenaga medis.

Penderita asam lambung juga dianjurkan menghindari konsumsi kopi bersamaan dengan makanan berlemak atau pedas karena kombinasi tersebut dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan pada saluran pencernaan.

Dengan memilih jenis kopi yang lebih ramah bagi lambung, memperhatikan metode pengolahan, mengatur waktu minum, serta membatasi jumlah konsumsi, penderita asam lambung tetap dapat menikmati kopi dengan lebih aman. Namun, jika keluhan GERD sering kambuh atau semakin berat setelah mengonsumsi kopi, konsultasi dengan dokter tetap menjadi langkah terbaik untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Baca juga: GERD dapat sembuh dengan kurangi faktor risiko dan pengobatan tuntas

Baca juga: Pertolongan pertama penanganan pada GERD saat perjalanan mudik

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.