Jakarta -
Serangan jantung ternyata bukan lagi masalah kesehatan yang dialami orang dewasa. Sebuah studi menunjukkan bahwa penyakit ini juga bisa dialami usia muda.
Meskipun serangan jantung tetap menjadi penyebab utama kematian, pergeseran ke arah orang yang lebih muda ini semakin meningkat.
Menurut American College of Cardiology, angka serangan jantung pada kelompok usia muda meningkat hampir dua persen setiap tahun selama studi 16 tahun dari 2000 hingga 20216. Saat ini, sekitar satu dari lima serangan jantung terjadi pada orang di bawah usia 40 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tren ini signifikan dibandingkan dengan dekade sebelumnya ketika serangan jantung jarang terjadi pada populasi yang lebih muda.
Dilansir Northwestern Medicine, beberapa faktor risiko berkontribusi terhadap peningkatan ini, tetapi dua faktor menonjol sebagai pendorong utama.
“Meningkatkan serangan jantung pada orang muda berkaitan dengan epidemi ganda yang semakin meluas, yaitu diabetes dan obesitas,” ujar ahli jantung di Northwestern Medicine, R. Kannan Mutharasan, MD.
Sementara itu, ada juga faktor risiko lainnya untuk penyakit jantung pada orang dewasa yang meliputi berikut ini:
1. Kondisi keturunan medis
- Tekanan darah tinggi
- Kolesterol tinggi
- Riwayat keluarga dengan penyakit jantung
2. Gaya hidup dan perilaku kesehatan
- Pola makan yang buruk
- Kurangnya olahraga
- Stres kronis
“Jika memiliki riwayat keluarga yang kuat terkait penyakit jantung, kamu berisiko lebih tinggi terkena serangan jantung,” ungkap Mutharasan.
Meskipun riwayat penyakit jantung dalam keluarga dapat meningkatkan risiko serangan jantung, pilihan gaya hidup seringkali menjadi faktor penentu. Baik faktor keturunan maupun perilaku dapat menyebabkan kerusakan pada arteri koroner dan melemahnya otot jantung.
Tanda serangan jantung pada orang di bawah 40 tahun
Gejala fisik serangan jantung seperti nyeri atau tekanan di dada dan sesak napas tidak selalu muncul atau langsung terlihat pada orang dewasa muda. Tanda-tanda awal lainnya yang perlu diperhatikan meliputi:
- Keringat yang tidak dapat dijelaskan
- Pusing
- Rasa tidak nyaman di leher, rahang, atau lengan.
- Pada perempuan mungkin akan mengalami gejala yang berbeda atau tambahan, termasuk:
- Kelelahan
- Muntah
- Mual
- Sakit perut atau rasa tidak nyaman di bagian perut di atas pusar yang mungkin disalahartikan sebagai asam lambung
Perlu dicatat bahwa gejala serangan jantung bisa berbeda untuk setiap orang. Gejalanya juga bisa muncul dalam berbagai pola. Terkadang, gejalanya berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu dan terkadang muncul tiba-tiba.
Pencegahan serangan jantung sejak dini
Mencegah serangan jantung dimulai dengan kebiasaan yang menyehatkan jantung. American Heart Association merekomendasikan mengikuti serangkaian langkah penting untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan jantung. Berikut di antaranya:
Selain itu, Bunda juga dianjurkan untuk mengetahui angka-angka kesehatan seperti tekanan darah dan faktor risiko seperti riwayat keluarga.
Orang-orang dengan faktor risiko yang meningkat sebaiknya mulai melakukan pemeriksaan seperti tekanan darah dan kolesterol pada usia 20 tahun. Hal ini membantu menilai risiko penyakit jantung sejak dini.
“Lakukan pemeriksaan yang sesuai usia seperti pemindaian kalsium koroner. Kamu bisa mulai dengan konsultasi bersama dokter tentang apa yang dapat dilakukan sekarang untuk membantu mencegah penyakit jantung,” tutur Mutharasan.
Nah, itulah cara mengenali tanda serangan jantung di usia muda hingga pencegahannya yang dapat Bunda lakukan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)