Elephants

Cara edit foto jadi gaya 80-an di ChatGPT, ini promptnya

September 15, 2026

Jakarta (ANTARA) - Tren mengubah foto menjadi bergaya era 1980-an tengah ramai dibagikan di media sosial. Foto masa kini dibuat seolah-olah berasal dari dekade tersebut dengan sentuhan pakaian retro, gaya rambut khas, pencahayaan hangat, hingga efek foto analog.

Tren yang dikenal sebagai “Chat, bagaimana aku kalau hidup di tahun 80-an?” tersebut banyak digunakan pengguna Instagram dan media sosial lainnya. Dengan bantuan ChatGPT, pengguna dapat mengunggah foto kemudian memberikan instruksi untuk mengubah tampilan tanpa harus menggunakan aplikasi penyunting foto secara manual.

Fitur ChatGPT Images memang memungkinkan pengguna mengunggah gambar yang sudah dimiliki kemudian memberikan instruksi untuk melakukan perubahan. OpenAI juga menyediakan fitur penyuntingan gambar yang memungkinkan pengguna mengedit bagian tertentu maupun memberikan instruksi langsung melalui percakapan.

Baca juga: Gemini hadirkan fitur pengeditan gambar makin canggih

Cara edit foto nuansa 80-an di ChatGPT

Pengguna tidak membutuhkan kemampuan khusus dalam mengedit foto. Langkahnya cukup sederhana.

1. Siapkan foto

Gunakan foto dengan kualitas cukup baik, wajah terlihat jelas, dan pencahayaan memadai. Foto dengan posisi wajah yang tidak tertutup akan membantu AI mempertahankan karakteristik wajah ketika melakukan penyuntingan.

2. Buka ChatGPT

Masuk ke ChatGPT melalui aplikasi maupun versi web. Fitur ChatGPT Images tersedia di web, iOS, dan Android.

3. Unggah foto

Ketuk ikon + pada kolom percakapan, kemudian pilih opsi untuk menambahkan foto atau file. Setelah foto masuk ke percakapan, pengguna dapat memberikan instruksi mengenai perubahan yang diinginkan.

Baca juga: Cara mengambil foto estetik dengan ponsel, hasilnya memukau!

4. Masukkan prompt

Untuk mengikuti tren foto 80-an, pengguna dapat menggunakan prompt berikut:

“Buat ulang foto ini dengan nuansa tahun 1980-an. Pertahankan wajah, bentuk wajah, ekspresi, dan ciri fisik orang dalam foto agar tetap mudah dikenali. Ubah gaya rambut, pakaian, aksesori, latar belakang, pencahayaan, dan suasana menjadi khas era 1980-an. Gunakan estetika fotografi analog, warna hangat, sedikit grain film, soft focus, dan nuansa foto keluarga yang realistis. Jangan mengubah identitas atau proporsi wajah.”

Prompt tersebut dapat disesuaikan dengan gaya yang diinginkan. Pengguna juga dapat meminta tampilan seperti foto keluarga, potret studio, suasana pesta, atau gaya film era 1980-an.

5. Berikan instruksi tambahan

Jika hasil pertama belum sesuai, pengguna dapat memberikan perintah lanjutan. Misalnya, meminta model mengubah pakaian menjadi lebih khas 1980-an, mengganti latar menjadi ruang keluarga pada era tersebut, atau menambahkan efek kamera film.

ChatGPT Images memang memungkinkan pengguna melakukan penyuntingan lanjutan setelah gambar dibuat. Pengguna juga dapat memilih bagian tertentu pada gambar untuk diedit melalui editor.

Unsur yang membuat foto terlihat seperti era 80-an

Agar hasil lebih meyakinkan, prompt dapat memasukkan sejumlah elemen khas dekade tersebut. Misalnya gaya rambut bervolume, pakaian dengan potongan khas 1980-an, aksesori retro, kamera analog, warna hangat, pencahayaan lembut, serta efek grain pada foto.

Latar belakang juga dapat dibuat lebih spesifik, seperti ruang tamu dengan furnitur lawas, studio foto, pusat permainan arkade, pesta ulang tahun, atau suasana jalanan pada era 1980-an. Tren yang sedang beredar menunjukkan pengguna juga bereksperimen dengan latar seperti diskotek dan tempat hiburan khas masa tersebut.

Baca juga: Polisi sebut foto viral pocong di Bekasi hasil rekayasa digital

Bisa dibuat seperti foto keluarga zaman dulu

Selain membuat potret bergaya retro, pengguna dapat meminta hasil menyerupai foto keluarga yang diambil menggunakan kamera film.

Contoh prompt:

“Ubah foto ini menjadi foto keluarga yang tampak diambil pada tahun 1980-an menggunakan kamera film analog. Pertahankan wajah dan identitas setiap orang. Gunakan pakaian khas era 80-an, pencahayaan flash kamera, warna sedikit pudar, grain film, soft focus, dan latar ruang keluarga klasik. Buat hasilnya realistis seperti foto lama yang ditemukan dalam album keluarga.”

Pengguna juga dapat meminta versi seperti poster film atau majalah lawas dengan tetap menentukan elemen yang ingin dipertahankan dari foto asli.

Periksa hasil sebelum dibagikan

Meski teknologi AI dapat menghasilkan gambar yang terlihat realistis, hasil penyuntingan tetap perlu diperiksa. Detail seperti bentuk tangan, aksesori, tulisan pada latar belakang, pola pakaian, maupun beberapa bagian wajah dapat berubah atau tidak sesuai dengan instruksi.

Perlu diketahui, hasil seleksi dalam editor tidak selalu presisi dan perubahan dapat meluas ke area di luar bagian yang dipilih. Karena itu, hasil akhir sebaiknya diperiksa sebelum disimpan atau dibagikan.

Pengguna juga sebaiknya berhati-hati ketika mengunggah foto yang mengandung informasi pribadi atau sensitif. Untuk mengikuti tren, lebih baik menggunakan foto yang memang aman untuk diproses dan dibagikan.

Tren foto 80-an ramai di media sosial

Popularitas tren tersebut tidak hanya muncul dari pengguna biasa. Sejumlah pengguna dan figur publik juga ikut membagikan foto dengan tampilan retro 1980-an di media sosial, sehingga tren tersebut semakin banyak diikuti.

Tren ini pada dasarnya memanfaatkan kemampuan AI untuk mengubah elemen visual sebuah foto sesuai instruksi pengguna. Dengan prompt yang lebih spesifik, hasil dapat diarahkan agar memiliki karakter fotografi era tertentu tanpa harus melakukan penyuntingan secara manual.

Setelah mendapatkan hasil yang sesuai, gambar dapat disimpan dan dibagikan ke media sosial. ChatGPT juga menyediakan opsi untuk menyimpan maupun membagikan gambar yang telah dibuat.

Baca juga: Google Photos tambah fitur edit foto lewat perintah suara dan teks

Baca juga: Cara edit foto miniatur 3D pakai AI yang tengah viral di sosmed

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.