Elephants

BWS sebut cadangan air bersih Kaltim cukup hingga Desember 2026 - ANTARA News Kalimantan Timur

September 6, 2026

Samarinda (ANTARA) - Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda memastikan cadangan air bersih di berbagai infrastruktur tampungan di Provinsi Kalimantan Timur masih bisa mencukupi kebutuhan dasar warga hingga Desember 2026.

Kepala BWS Kalimantan IV Samarinda Andri Rachmanto Wibowo di Samarinda, Sabtu, mengatakan bahwa secara umum, penyusutan volume air akibat penguapan di musim kemarau memang terjadi, namun cadangan di bendungan dinilai aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga perkiraan turunnya musim hujan pada bulan Oktober 2026.

"Khusus untuk warga Balikpapan, pihak BWS bersama PDAM Balikpapan telah menyusun langkah penghematan dan skenario agar pasokan air bersih dapat bertahan hingga bulan Desember 2026," ujar Andri.

Ia memaparkan bahwa kondisi ketersediaan air saat ini masih dalam batas terkendali. Sebagai contoh, Bendungan Sepaku Semoi yang memiliki kapasitas total 16 juta meter kubik saat ini menyusut sekitar tiga juta meter kubik akibat penguapan dan tersisa 13 juta meter kubik, yang tergolong dalam status aman.

Sementara itu, Bendungan Manggar yang berkapasitas normal 15 juta meter kubik saat ini tercatat memiliki sisa cadangan 12 juta meter kubik.

Selain mengandalkan air permukaan dari bendungan, BWS Kaltim juga memfungsikan fasilitas sumur air tanah dalam sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat di tengah kekeringan.

"Sumur dengan kedalaman pengeboran mencapai 100 hingga 200 meter ini menghasilkan air kondisi bagus," ucap Andri.

Infrastruktur sumur air tanah tersebut saat ini telah beroperasi dan diserahkan penggunaannya di beberapa daerah, meliputi 10 sumur di Kabupaten Kutai Kartanegara, sembilan sumur di Kota Bontang, delapan sumur di Kota Balikpapan, serta satu sumur di Kabupaten Kutai Timur.

Guna memperkuat ketahanan air daerah dari ancaman El Nino, BWS juga telah menyurati para kepala daerah untuk segera mengusulkan pembangunan sumur air tanah baru di wilayah dengan potensi rawan kekeringan, seperti di Kabupaten Kutai Barat dan Penajam Paser Utara (PPU).

Bagi wilayah yang terdampak kekeringan dan kesulitan akses secara cepat, BWS turut melakukan langkah taktis dengan pendistribusian langsung air bersih dari sumur bor menggunakan armada mobil tangki, seperti yang dilakukan di wilayah Makroman, Samarinda, serta sejumlah desa di Kabupaten PPU dan Paser.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.