Samarinda (ANTARA) - Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda telah menyalurkan sebanyak 160.000 liter bantuan air bersih untuk mengatasi dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala BWS Kalimantan IV Samarinda Andri Rachmanto Wibowo di Samarinda, Kamis, mengatakan bahwa distribusi air bersih tersebut telah dilaksanakan secara intensif selama dua bulan terakhir, yakni sepanjang bulan Juli hingga Agustus 2026.
Bantuan pemenuhan kebutuhan dasar tersebut difokuskan pada wilayah-wilayah yang paling terdampak kekeringan ekstrem, seperti Desa Sebakung Jaya dan Desa Gunung Intan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Long Kali di Kabupaten Paser, serta kawasan Makroman dan Bantuas di Kota Samarinda.
"Air bersih yang disalurkan ini diambil dari sumur air tanah dalam yang dibor dengan kedalaman di atas 100 hingga 200 meter, sehingga airnya sangat jernih dan dingin, berbeda dengan air sungai yang keruh," ujar Andri.
Ia menjelaskan bahwa penyaluran di lapangan dilakukan secara bergilir menggunakan armada mobil tangki berkapasitas 4.000 liter. Dalam sehari, volume distribusi air dapat mencapai 12.000, 16.000, hingga 20.000 liter menyesuaikan dengan tingkat kebutuhan masing-masing rukun tetangga (RT).
Guna memastikan penyaluran tepat sasaran, BWS menetapkan prosedur ketat di mana warga tidak dapat mengajukan permintaan secara perorangan untuk menghindari risiko air bantuan tersebut diperjualbelikan.
Masyarakat yang membutuhkan air bersih diimbau mengajukan permohonan secara kolektif melalui pengurus RT atau pihak kelurahan, yang kemudian akan ditindaklanjuti oleh pemerintah setempat ke pihak BWS.
BWS juga berkoordinasi erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memetakan titik-titik krisis air secara akurat.
Sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi pelayanan publik, setiap kegiatan penyaluran langsung ke warga didokumentasikan dengan foto yang dilengkapi keterangan waktu dan lokasi aktual (timestamp).
Andri menambahkan, kelancaran distribusi ratusan ribu liter air bersih ini merupakan wujud kolaborasi lintas instansi bersama Direktorat Jenderal Cipta Karya. Pihak Ditjen Cipta Karya meminjamkan armada mobil tangki, sementara BWS menanggung penyediaan bahan bakar minyak (BBM), personel operasional, serta titik sumur air.
Ke depan, BWS Kalimantan IV Samarinda juga telah mengonfirmasi adanya perkuatan bantuan dari pemerintah pusat di Jakarta, berupa tambahan mobil tangki dan mobil pompa air, demi memastikan warga Kaltim tidak kekurangan air bersih selama musim kemarau panjang.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.