Bupati Lampung Selatan ajak mahasiswa baru kembangkan potensi diri
Kamis, 17 September 2026 06:55 WIB
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama para mahasiswa usai menjadi pemateri dalam kegiatan Harmoni Akademik Nagamandala Untuk Anak Unggul Negeri (Hanuang) 2026 bagi mahasiswa baru UIM Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus UIM, Kecamatan Penengahan, Rabu (16/9/2026). ANTARA/HO-Kominfo Lampung Selatan
Daya ungkit adalah kekuatan
Lampung Selatan (ANTARA) - Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Radityo Egi Pratama mengajak mahasiswa baru Universitas Indonesia Mandiri (UIM) mengenali potensi diri sebagai modal untuk mengembangkan kemampuan dan menentukan arah masa depan.
"Daya ungkit adalah kekuatan. Kita sebagai insan manusia diciptakan dan dilahirkan dari rahim seorang ibu, melalui rahim ibu kita, itu pasti dibekali yang namanya kekuatan,” kata dia di Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Rabu.
Dia mengatakan hal tersebut saat menjadi pemateri dalam kegiatan "Harmoni Akademik Nagamandala Untuk Anak Unggul Negeri (Hanuang) 2026 bagi mahasiswa baru UIM Tahun Akademik 2026/2027" di Kampus UIM Kecamatan Penengahan.
Ia mengatakan keberanian mengenali potensi diri bukan bentuk kesombongan, melainkan bagian dari proses memahami kemampuan dan menentukan ruang untuk berkembang.
“Sadar potensi bukan berarti sombong. Karena orang ingin tampil, orang ingin kasih tahu kalau punya kekuatan, banyak yang terganggu terus dibilang pamer,” katanya.
Dia mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan keberhasilan orang lain sebagai ukuran perjalanan dirinya karena capaian seseorang merupakan hasil dari proses panjang yang tidak selalu terlihat.
“Orang sering terjebak dengan yang namanya bayang-bayang sukses. Tapi orang tidak pernah tahu seperti apa proses yang dilalui oleh orang tersebut,” ujarnya.
Menurut dia, proses pendidikan tidak selalu berjalan sesuai rencana, tetapi setiap proses dapat menjadi bagian dalam pembentukan diri.
Oleh karena itu, dirinya meminta mahasiswa mengembangkan potensi melalui tahapan memetakan kemampuan, melatih, mengeksekusi, mengevaluasi dan mengulangi secara konsisten.
“Petakan, kemudian dilatih, lalu dieksekusi, kemudian dievaluasi. Terus diulangi. Karena prosesnya enggak ada yang namanya instan di dunia ini,” ujar dia.
Ia mengatakan mahasiswa baru juga harus memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, dan menemukan bidang yang dapat menjadi kekuatan mereka.
“Yang paling penting keluar dari ruangan ini, adik-adik harus sudah mampu menemukan daya ungkit,” ucapnya.
Perubahan tidak harus dimulai dengan langkah besar, tetapi dapat diawali dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Perubahan besar tidak dimulai dari hal yang besar. Perubahan besar dimulai dari hal yang sederhana,” kata Egi.
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.