Garut (ANTARA) - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengajak doa bersama untuk korban bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) saat upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin.
"Saya atas nama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Garut menyampaikan rasa duka cita untuk saudara-saudara kita yang berada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur atas bencana alam gempa bumi yang terjadi pada tanggal 15 Agustus 2026," kata Bupati saat upacara memperingati HUT ke-81 RI di Alun-alun Garut, Senin.
Bupati di hadapan peserta upacara dari berbagai kalangan birokrasi, TNI, Polri, komunitas, pelajar, dan masyarakat umum mengajak untuk mendoakan masyarakat NTT yang terdampak bencana gempa bumi agar kuat menghadapi kejadian itu.
Ia berharap, kondisi daerah yang terdampak bencana gempa bumi itu dapat segera pulih, dan masyarakat cepat bangkit untuk membangun kembali daerahnya.
"Semoga masyarakat Nusa Tenggara Timur diberikan ketabahan dan kesabaran, dan semoga pula kondisi di wilayah terdampak segera pulih kembali," katanya.
Bupati juga mendoakan mereka sukarelawan maupun pihak mana pun yang turun membantu pemulihan daerah terdampak bencana gempa dapat diberikan kekuatan selama menjalankan tugas.
"Mari kita doakan pula agar seluruh pihak yang saat ini tengah membantu korban dan mengupayakan pemulihan pada lokasi bencana diberikan kesehatan serta kemampuan untuk menolong warga terdampak," katanya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa sampai Minggu (16/8) sore, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT mencapai 54 jiwa.
Total korban luka-luka mencapai 137 jiwa. Saat ini, korban luka sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat.
Data sementara terkait total rumah rusak berat sebanyak 154 unit, rusak sedang 49 unit, dan rusak ringan 38 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan dan sejumlah fasilitas umum lain.
Sedangkan warga yang mengungsi masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Hingga Minggu sore sebanyak 5.488 jiwa mengungsi secara terpusat dan 171 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri.
Sejumlah bantuan telah disalurkan baik melalui jalur darat maupun udara di antaranya bantuan logistik dari pemerintah pusat yang telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo dengan total bantuan mencapai 4.925 paket.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.