Elephants

Bulog realisasikan serapan beras 113 persen di Sulteng

October 10, 2026

Bulog realisasikan serapan beras 113 persen di Sulteng

Sabtu, 10 Oktober 2026 10:49 WIB

Image Print

Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri memberikan keterangan terkait perkembangan serapan gabah/beras petani. (ANTARA/Kristina Natalia)

Palu (ANTARA) - Perum Bulog merealisasikan serapan pada pengadaan beras sebanyak 12.824 ton atau mencapai 113 persen hingga 9 Oktober 2026 dari target tahunan ditetapkan pemerintah pusat sebanyak 11.300 ton untuk Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Target kami sudah terlampaui sejak Agustus 2026. Namun kami tetap berkomitmen melakukan penyerapan, baik gabah maupun beras di seluruh Sulteng,” kata Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah Jusri Pakke di Palu, Sabtu.

Ia mengemukakan Bulog terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah di daerah.

Apalagi di tengah kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini maka kebutuhan pangan sangat penting disiapkan, maka penyerapan gabah dan beras tetap dilakukan.

"Penyerapan gabah maupun beras petani kami lakukan dengan menyisir wilayah-wilayah sentra pangan di Sulteng di saat petani sedang melakukan panen," ujar dia.

Melalui skema itu, kata dia, Bulog juga memberikan kepastian harga kepada petani. Standar harga gabah kering panen (GKP) yang ditetapkan pemerintah melalui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram dengan ketentuan kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa 10 persen.

"Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam menjaga ketersediaan cadangan pangan, sekaligus mendukung produksi petani di Sulteng," ujar Jusri.

Secara nasional Perum Bulog juga mencatatkan rekor pengadaan beras tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Hingga 8 Oktober 2026 realisasi pengadaan beras melalui penugasan Public Service Obligation (PSO) mencapai 4.115.014 ton atau 102,88 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton.

Sebelumnya Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh insan Bulog dan dukungan berbagai pihak dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Insan Bulog di berbagai penjuru Indonesia terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik. Ini bukti bahwa dengan kerja bersama, amanah Pemerintah dapat kita jalankan secara optimal,” katanya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada kementerian dan lembaga terkait, TNI, pemerintah daerah, petani, penyuluh, serta mitra kerja yang telah mendukung pelaksanaan pengadaan pangan nasional.

Ahmad Rizal berharap capaian tersebut menjadi dorongan bagi Bulog untuk terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026