Elephants

Bulog Mimika salurkan beras Program SPHP 1.254 ton - ANTARA News Papua Tengah

August 13, 2026

Timika (ANTARA) - Perum Bulog Mimika telah melakukan realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, per Januari hingga Agustus mencapai 1.254 ton atau sebesar 52 persen.

Kepala Kantor Perum Bulog Cabang Mimika Dedy Wahyudi, di Timika, Kamis, mengatakan target yang diberikan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada Perum Bulog Mimika untuk penyaluran beras SPHP pada 2026 sebanyak 2.414 ton.

"Batas waktu penyaluran hingga 31 Desember 2026, pastinya penugasan ini dengan target yang diberikan kami pasti optimalkan sesuai dengan kondisi kebutuhan pasar," ujarnya.

Bulog Mimika akan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan di wilayah ini untuk melaksanakan penyaluran beras SPHP melalui mitra Rumah Pangan Kita (RPK), guna memenuhi target penyaluran yang telah ditetapkan oleh Bapanas. Perum Bulog Mimika memiliki kurang lebih 56 mitra pedagang/pengecer dalam melakukan penyaluran dan penjualan beras SPHP.

Perum Bulog Mimika juga bekerjasama dengan berapa instansi pemerintah untuk melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) salah satunya jelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

"Pelaksanaan GPM itu langsung menyebar ke masyarakat, terakhir kami melaksanakan GPM bersama mitra itu di Masjid Raya Babussalam Timika," ujarnya pula.

Ia mengatakan ketentuan pengambilan beras SPHP setiap mitra mendapatkan kuota sebanyak dua ton per minggu.

"Satu mitra ambilnya per minggu dua ton, ada juga yang biasanya mengambil per dua minggu baru mengambil dua ton disesuaikan dengan kebutuhan mereka dan ketersediaan di mitra," ujarnya lagi.

Beras SPHP yang dibeli di gudang oleh mitra ditebus dengan harga Rp58.000 ribu per kemasan lima kilogram atau Rp11.600 per kilogram.

Sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP yang ditetapkan oleh Bapanas untuk dipasarkan oleh mitra di masyarakat senilai Rp13.500 per kilogram dan RP67.500 perkemasan lima kilogram.

"Kami selalu melakukan pemantauan di lapangan dan masyarakat biasa membeli dengan Rp13.500 per kilogram dan Rp60.000 ribu sampai Rp65.000 perkemasan lima kilogram. Kalau kemasan lima kilogram itu sesuai dengan HET Rp67.500, tapi masih ada yang jual di bawah HET," ujar dia.

Perum Bulog Mimika juga selalu melakukan pemantauan dan pengawasan penjualan beras SPHP yang dilakukan oleh mitra pedagang/pengecer. Mitra diwajibkan selalu mematuhi ketentuan yang telah dipersyaratkan ketika menjadi mitra Bulog Mimika.

"Sebelum mereka menjadi mitra ada kesepakatan, tentunya beberapa mitra yang berjualan di luar pasar itu wajib mendapatkan SK penetapan dari Dinas Ketahanan Pangan Mimika. Mereka juga menandatangani surat pernyataan tunduk dan patuh pada HET," ujarnya pula.

Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.