Esha Tri Wahyuni
| 21 September 2026, 14:02 WIB

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman
AKURAT.CO Perum Bulog menyiapkan pasokan beras premium hingga 75 ribu ton per bulan untuk disalurkan melalui jaringan ritel modern.
Langkah ini dilakukan pemerintah untuk memastikan ketersediaan beras premium di pasar, di tengah pengawasan terhadap produk beras yang beredar.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta Bulog mengoptimalkan stok beras premium yang dimiliki untuk memperkuat pasokan ke jaringan ritel modern.
Baca Juga: Bulog Salurkan 4,5 Juta Ton Beras di 2026 untuk Jaga Harga Pangan
Menurutnya, ketersediaan beras premium perlu dipastikan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
"Tidak boleh tidak ada kata lain kecuali memenuhi kebutuhan masyarakat. Beras premium kami minta Bulog optimalkan suplai ke toko-toko ritel modern," kata Amran dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).
Penguatan pasokan tersebut dilakukan bersamaan dengan langkah pemerintah mengawasi peredaran produk beras di pasar.
Pemerintah sebelumnya menemukan dugaan perubahan produk dari beras premium menjadi beras fortifikasi yang disebut tidak sesuai dengan informasi pada label.
Amran mengatakan temuan tersebut masih dalam proses pemeriksaan melalui pengujian laboratorium. Pemerintah menggunakan empat laboratorium untuk memeriksa produk yang diduga tidak sesuai dengan labelnya.
"Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," ujar Amran.
Di sisi lain, pemerintah memastikan kondisi stok beras nasional masih dalam posisi yang dapat digunakan untuk menjaga pasokan dan melakukan intervensi pasar.
Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






