Elephants

Bukan Ngadem di Ruangan, Mereka Malah Nyemplung ke Laut Jakarta Buat Mancing

October 1, 2026

Jakarta -

Fenomena pemanasan global membuat suhu bumi semakin panas. Namun, wisata bahari di Jakarta Utara tetap ramai, terutama bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana memancing di tengah laut Jakarta Utara bersama teman baru.

Cuaca semakin panas bukan berarti semua orang memilih ngadem di dalam ruangan. Di Jakarta Utara, wisata bahari seperti open trip mancing tetap diminati, bahkan rombongan rela berangkat pagi dan menghabiskan berjam-jam di tengah laut meski matahari sedang terik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana itu terlihat saat detikTravel mengikuti open trip mancing dari Dermaga Kresek, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Sabtu (26/9/2026). Ada tujuh kapal yang berangkat dengan jumlah rombongan 42 peserta.

Sejak subuh, rombongan berangkat dari dermaga menuju sejumlah spot mancing di perairan sekitar Teluk Jakarta Utara. Pagi hari memang masih terasa bersahabat. Angin laut berembus pelan dan sinar matahari belum terlalu menyengat. Situasi itu berubah ketika memasuki siang hari.

Sekitar pukul 10.00 WIB, panas semakin terasa ketika rombongan masih asyik melempar kail pancing di spot Karang Nirwana. Fenomena suhu bumi yang semakin panas bukan sekadar perasaan orang yang mulai gampang gerah.

Laporan PBB atau UNEP yang dirilis September 2026 menyebut dunia sangat mungkin melewati ambang pemanasan global 1,5 derajat Celsius dalam beberapa tahun mendatang, seperti dikutip dari detikNews, Rabu (2/9).

Namun, suhu yang memanas rupanya belum cukup untuk membuat wisatawan yang ingin mancing membatalkan rencana. Wisata bahari seperti open trip mancing di Jakarta Utara masih ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai penjuru daerah.

Fari, wisatawan asal Jakarta Selatan, justru melihat laut sebagai tempat untuk mencari ketenangan setelah berhari-hari berhadapan dengan riuhnya Jakarta. Menurutnya, panas bukan alasan untuk meninggalkan hobi. Apalagi setelah sampai di tengah laut, suasana yang didapat terasa berbeda.

"Kalau tujuan aku untuk mencari ketenangan ya aku gas-gas aja. Apalagi aku yang tinggal di Jakarta kan yang tiap hari bising terus ke laut. Tenang aja di laut, kayak lebih clear aja semuanya," katanya.

Sementara Yuli, wisatawan asal Palembang merasakan cuaca sekarang memang terasa semakin panas. Bahkan, menurut pengalamannya, kondisi ikan yang ditemui saat ini terasa berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Dirinya menyebut kondisi itu bukan berarti aktivitas mancing harus dihentikan. Hanya saja, waktu perjalanan perlu diperhatikan. Ketika ombak mulai besar dan terik matahari semakin panas, kapal sebaiknya segera kembali agar tidak terjebak dalam kondisi tersebut.

Kemudian Frida, wisatawan asal Temanggung lebih melihat panas sebagai konsekuensi yang masih bisa diantisipasi. Baginya, cuaca panas memang terasa berdampak pada aktivitas outdoor, tetapi bukan alasan beralih sepenuhnya ke wisata dalam ruangan. "Kalau cuaca panas emang berdampak banget ya. Tapi untuk beralih, untuk tidak menyukai aktivitas outdoor, itu bukan pilihan aku," ujar Frida.

Pengalaman para peserta tersebut menunjukkan hal sederhana. Ketika suhu semakin panas, wisata outdoor akan membutuhkan persiapan lebih. Namun, untuk sebagian orang, cuaca panas belum bisa membuat keinginan jalan-jalan ke laut ikut hilang.

Di bawah terik matahari yang panas, ombak, dan angin justru menjadi bagian dari pengalaman. Rombongan wisata berpindah dari satu spot ke spot lain, sembari sesekali berteriak ketika mendapat ikan.

Koordinator Universe Fishing, Bang Ben mengatakan jumlah peserta paling sedikit 24 peserta hingga paling banyak mencapai 120 peserta per hari. "Kita paling sedikit rata-rata di 3-4 kapal, paling banyak 15-20 kapal per hari," kata Bang Ben kepada detikTravel.

Wisata bahari di Jakarta Utara tetap punya peminatnya sendiri. Ada yang datang karena hobi, ada yang ingin mencoba sesuatu baru, serta ada yang sekadar ingin mencari ketenangan dari rutinitas kehidupan kota.

Ketika suhu sedang panas-panasnya, wisatawan tetap berangkat menikmati sensasi wisata bahari. Bedanya, kali ini sunblock, topi, air minum, dan kondisi tubuh fit bukan lagi menjadi pelengkap, melainkan bagian dari perlengkapan wajib sebelum memulai memancing di laut.