Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:02 WIB
Jakarta, VIVA – Harga smartphone di pasar global menghadapi tekanan baru. Kenaikan harga perangkat tidak lagi hanya berkaitan dengan inflasi, nilai tukar, atau biaya distribusi, tetapi juga dipengaruhi oleh semakin mahalnya sejumlah komponen utama seperti RAM dan penyimpanan.
Baca Juga
Kondisi tersebut mulai menjadi perhatian industri smartphone sepanjang 2026. Persaingan mendapatkan komponen memori semakin ketat karena kapasitas produksi banyak diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Data terbaru International Data Corporation (IDC), dikutip VIVA Minggu, (04/10/2026), bahkan menunjukkan bahwa krisis memori telah memberikan tekanan besar terhadap industri smartphone. Biaya memori disebut meningkat hampir 300 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi lebih dari 65 persen dari biaya bill of materials (BOM) pada smartphone kelas bawah.
Baca Juga
RAM Makin Mahal, HP Murah Paling Tertekan
RAM pada smartphone menggunakan teknologi DRAM, sementara penyimpanan internal umumnya menggunakan NAND Flash. Keduanya menjadi komponen penting yang ikut menentukan biaya produksi sebuah perangkat.
Baca Juga
TrendForce pada September 2026 memperkirakan harga kontrak DRAM konvensional masih akan meningkat 10–15 persen secara kuartalan pada kuartal IV 2026. Sementara harga NAND Flash diproyeksikan naik 15–20 persen dalam periode yang sama.
Masalahnya, produsen memori kini menghadapi permintaan tinggi dari industri AI. Kapasitas produksi dan teknologi manufaktur semakin banyak diarahkan untuk kebutuhan server, termasuk produk DRAM berperforma tinggi dan HBM.
Akibatnya, pasokan untuk mobile DRAM yang digunakan smartphone menjadi lebih ketat. TrendForce menyebut alokasi mobile DRAM masih terbatas karena produsen memprioritaskan aplikasi server yang menawarkan permintaan dan margin lebih tinggi.
Situasi tersebut berpotensi paling terasa pada HP murah dan kelas menengah karena margin keuntungannya relatif tipis. Produsen tidak selalu memiliki ruang yang cukup untuk menyerap kenaikan biaya komponen.
Chipset Juga Bisa Menambah Beban Biaya
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain memori, chipset atau System-on-Chip (SoC) juga menjadi salah satu komponen penting dalam struktur biaya smartphone. Chipset menggabungkan berbagai fungsi, mulai dari pemrosesan CPU, grafis, konektivitas hingga kemampuan AI.
Kenaikan biaya chipset dapat membuat produsen harus menyesuaikan kembali struktur harga perangkat. Terlebih, chipset generasi baru biasanya membawa peningkatan kemampuan pemrosesan dan efisiensi, tetapi proses produksinya juga semakin kompleks.
Halaman Selanjutnya
Counterpoint Research mencatat bahwa kenaikan harga memori telah mengubah struktur BOM smartphone secara signifikan. Pada kuartal II 2026, biaya komponen smartphone kelas menengah meningkat 52 persen secara tahunan, sementara pada perangkat premium kenaikannya hampir 50 persen. Bahkan pada segmen premium, biaya DRAM telah melampaui SoC dan menjadi komponen tunggal paling mahal dalam perhitungan BOM.