Elephants

Buka-bukaan soal Penyakit Autoimunya, Bryan Johnson: Dunia Ingin Saya Mati

July 19, 2026

Jakarta -

Miliarder teknologi sekaligus "guru" panjang umur (longevity), Bryan Johnson, kembali mengejutkan publik. Setelah mengumumkan bahwa dirinya didiagnosis mengidap penyakit Gastritis Autoimun atau Autoimmune Gastritis (AIG), ia mengunggah sebuah pernyataan panjang yang emosional di media sosial X (sebelumnya Twitter).

Pria yang dikenal rela menggelontorkan jutaan dolar AS demi riset anti-penuaan dan pemantauan kesehatan super ketat ini menyebut bahwa reaksi publik terhadap penyakitnya mencerminkan ketidaknyamanan mendalam masyarakat terhadap misinya dalam menantang penuaan serta kematian.

Pengumuman diagnosis penyakit ini langsung menyebar cepat secara global. Hanya dalam hitungan hari, hampir 1.900 artikel berita diterbitkan di seluruh dunia, dan unggahan klarifikasi Bryan Johnson di X langsung menembus lebih dari 2,4 juta penayangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Singgung Fenomena Schadenfreude dan Tuduhan 'Pantas Sakit'

Meskipun banyak pengikutnya yang memberikan dukungan dan doa untuk kesembuhannya, Bryan Johnson menyayangkan sikap sebagian besar warganet. Ia melihat ada sebagian kelompok masyarakat online yang justru merayakan penyakitnya dan menjadikannya bahan olok-olokan.

"Dunia ingin saya mati," katanya dalam unggahan di X.

Bagi Johnson, reaksi miring publik ini melampaui sekadar fenomena schadenfreude, istilah psikologi untuk menggambarkan rasa senang yang didapat seseorang dari kemalangan orang lain.

Ia menilai publik menggunakan penyakit gastritis autoimun yang dideritanya sebagai "bukti otentik" bahwa misi memperpanjang umur manusia yang ia gaungkan selama ini ditakdirkan untuk gagal. Banyak komentar di media sosial yang menyebut bahwa ia "pantas" mendapatkan penyakit tersebut karena dinilai sombong karena menentang hukum alam.

"Jika Anda melihat komentar media sosial tentang saya, Anda akan melihat pola ini: 'Dia pantas mendapatkannya (sakit),'" tulis Bryan Johnson dalam unggahannya.

Gastritis Autoimun (Autoimmune Gastritis) merupakan penyakit peradangan kronis pada dinding lambung yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh penderita itu sendiri.

Pada kasus AIG, sel imun tubuh secara keliru menyerang sel parietal di lambung yang bertugas memproduksi asam lambung dan faktor intrinsik (zat penting untuk menyerap Vitamin B12). Akibatnya, pasien rentan mengalami kekurangan zat besi, anemia pernisiosa, hingga gangguan pencernaan kronis.

Halaman 2 dari 2

(kna/up)