Elephants

BSI akan buka cabang di Jeddah paling lambat awal 2027

October 15, 2026

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyampaikan pembukaan kantor cabang di Jeddah, Arab Saudi, ditargetkan secepatnya pada akhir 2026 atau selambatnya pada awal 2027, seiring dengan proses penyesuaian dan pemenuhan persyaratan regulator setempat.

“Kita memang menargetkan akhir tahun, kalau walaupun ada sedikit perubahan paling di awal tahun,” kata Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam wawancara cegat usai konferensi pers BSI International Expo 2026, Jakarta, Kamis.

Anggoro mengatakan, perseroan menargetkan kantor cabang tersebut sudah dapat beroperasi pada Januari 2027. Namun, layanan perbankan akan diluncurkan secara bertahap seiring dengan upaya perseroan memahami karakteristik pasar setempat.

“Kita full branch, tapi kita akan mulai beberapa layanan bertahap, sambil kita juga memahami karakter setempat,” kata dia.

Anggoro menjelaskan, perseroan telah menyiapkan infrastruktur pendukung, termasuk gedung kantor dan sistem teknologi informasi (TI).

Meski dari sisi perseroan telah siap, ia mengatakan operasional cabang masih menunggu pemeriksaan dan persetujuan regulator setempat terhadap seluruh persyaratan yang harus dipenuhi.

Menurutnya, persiapan gedung kantor dan sistem TI masing-masing telah mencapai sekitar 80 persen. Proses pengembangan sistem TI masih berlangsung karena setiap tahap harus terlebih dahulu diperiksa dan disetujui oleh regulator sebelum perseroan dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

“Kami terus berprogres karena setiap tahap penyiapan TI harus diperiksa terlebih dahulu oleh regulator. Setelah disetujui, baru bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya,” ujar Anggoro.

Menurut dia, proses perizinan di Arab Saudi memiliki persyaratan yang ketat. Selain itu, BSI menghadapi tantangan sebagai bank asal Indonesia pertama yang membuka cabang di negara tersebut sehingga harus mempelajari prosedur dan pola kerja regulator setempat secara mandiri.

Meski demikian, Anggoro mengatakan perseroan mendapat dukungan dari pemerintah Arab Saudi. Namun, dukungan tersebut tetap harus diiringi dengan pemenuhan seluruh persyaratan yang ditetapkan regulator.

Terkait sumber daya manusia (SDM), menurutnya, perseroan harus memenuhi ketentuan komposisi pegawai yang mewajibkan 70 persen tenaga kerja berasal dari Arab Saudi. Adapun sisanya dapat diisi oleh tenaga kerja dari Indonesia.

Sebelumnya pada 2024, BSI telah memperoleh initial approval dari Bank Sentral Kerajaan Arab Saudi (Saudi Arabian Monetary Authority/SAMA) untuk membuka kantor cabang luar negeri.

Melalui penguatan kehadiran di Arab Saudi, perseroan diharapkan tidak sekadar memperluas ekspansi bisnis internasional, tetapi juga membangun fondasi ekosistem keuangan syariah yang menghubungkan Indonesia dengan pusat ibadah umat Islam dunia.

Baca juga: BSI ajak generasi muda bangga UMKM lokal lewat International Expo

Baca juga: Laba BSI capai Rp5,30 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh 10,07 persen

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.