Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:46 WIB
Jakarta, VIVA – Serangan udara Israel di Lebanon sejak Oktober 2023 dilaporkan menyebabkan kerusakan besar terhadap koleksi buku dan fasilitas kebudayaan. Lebih dari 3 juta buku yang berada di rumah, perpustakaan, lembaga keagamaan, hingga universitas diduga hancur akibat konflik tersebut.
Baca Juga
Pendiri sekaligus koordinator Jaringan Nasional untuk Perlindungan Perpustakaan, Arsip, dan Warisan Budaya di Lebanon, Hadi Bekdash, menyampaikan laporan tersebut kepada RIA Novosti pada Sabtu (17/10/2026).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Ada laporan mengenai pembakaran lebih dari 700.000 buku milik penerbit Lebanon dan Arab, serta lebih dari 3 juta buku yang berasal dari rumah-rumah, perpustakaan, pusat keagamaan, koleksi keluarga, perpustakaan peneliti dan universitas, penerbit, lembaga kebudayaan, serta koleksi pribadi sejak 2023,” kata Bekdash.
Baca Juga
Menurut Bekdash, kerusakan juga mencakup fasilitas perpustakaan umum dan koleksi pribadi. Pada 2026, muncul informasi yang telah terkonfirmasi secara praktis mengenai kehancuran puluhan perpustakaan umum dan ratusan perpustakaan pribadi selama konflik dengan Israel.
Namun, angka tersebut belum menggambarkan keseluruhan dampak kerusakan. Lebanon belum memiliki basis data nasional terpadu yang mencatat perpustakaan, arsip, serta koleksi buku yang hancur atau rusak akibat konflik.
Baca Juga
Bekdash mengatakan, penilaian menyeluruh terhadap kerugian baru dapat dilakukan setelah inventarisasi nasional terhadap koleksi yang hilang dan rusak selesai dilaksanakan.
Ketiadaan data terpadu menjadi salah satu kendala dalam menghitung jumlah koleksi yang terdampak secara akurat. Pendataan diperlukan untuk mengetahui skala kehilangan sekaligus menentukan kebutuhan pemulihan perpustakaan dan lembaga kebudayaan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di tengah kerusakan tersebut, Lebanon menjalankan kampanye nasional bertajuk “Sejuta Buku untuk Lebanon”. Program ini bertujuan memulihkan perpustakaan yang hancur maupun rusak akibat konflik.
Upaya pemulihan itu diharapkan membantu mengembalikan akses masyarakat terhadap buku dan sumber pengetahuan, sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan dan kebudayaan di Lebanon. (Ant)
Kemlu RI Buka Suara Usai Israel Tolak Pesawat yang Diawaki Pilot WNI
Pemerintah Indonesia melalu Kemlu RI menanggapi penolakan Israel terhadap pesawat kargo Ethiopian Airlines yang diawaki pilot berkewarganegaraan Indonesia (WNI)
VIVA.co.id
14 Oktober 2026