BRIN-LPDP luncurkan Prima, danai 177 riset dukung kebijakan negara
Senin, 10 Agustus 2026 16:35 WIB
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) secara resmi meluncurkan Program Riset Kebijakan Pembangunan Merah Putih (Prima) di Jakarta, Senin (10/8/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad
Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) secara resmi meluncurkan Program Riset Kebijakan Pembangunan Merah Putih (Prima) sebagai langkah strategis memperkuat perumusan kebijakan negara berbasis pada bukti ilmiah.
Dalam peluncuran program Prima di Jakarta, Senin, Kepala BRIN Arif Satria memaparkan program itu dirancang khusus untuk memastikan setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh kementerian dan lembaga negara memiliki landasan riset terapan yang kuat dan teruji.
"Kami saat ini sudah mendata ada 177 riset yang akan kita lakukan tahun ini untuk membantu penyelesaian berbagai persoalan di kementerian," katanya.
Arif berharap program itu dapat meruntuhkan ego sektoral antar-instansi dengan mendorong lahirnya riset-riset lintas sektor yang komprehensif.
Ia menyebut berbagai entitas seperti Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Badan Karantina, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), hingga kementerian teknis lainnya akan dilibatkan secara aktif.
"Insya Allah dengan Prima ini maka program sinergi kebijakan nasional menghasilkan riset terapan lintas sektor dengan sumber pendanaan yang sekali lagi saya sebutkan dari LPDP," ujar Arif Satria.
Direktur Utama LPDP Yon Arsal menegaskan urgensi kehadiran Prima di tengah situasi pembangunan nasional yang semakin kompleks dan saling beririsan.
Yon menilai dalam mengurai kerumitan pembangunan saat ini, pemerintah tidak bisa lagi hanya mengandalkan intuisi atau pengalaman semata untuk merumuskan sebuah kebijakan publik yang relevan dan terukur.
"Sehingga kita bisa memastikan bahwa setiap rupiah dana publik yang diinvestasikan didasarkan pada kalkulasi risiko dan analisis dampak yang dapat dipertanggungjawabkan," ucapnya.
Yon menyambut antusias tingginya animo dari berbagai kementerian dan lembaga terhadap program yang melengkapi skema Riset Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) itu
"Dalam Prima, keberhasilan riset tidak diukur semata dari publikasi ilmiah tetapi sejauh mana rekomendasi itu bisa diterjemahkan menjadi sebuah aksi kebijakan dan revisi peraturan atau berbagai program pemerintah," tutur Yon Arsal.
Pewarta : Sean Filo Muhamad
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026