Elephants

Brida NTB memperkuat jejaring riset untuk kembangkan Geopark Rinjani

August 15, 2026

Mataram (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Nusa Tenggara Barat memperkuat jejaring kerja sama riset untuk mendukung pengembangan kawasan berbasis penelitian, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Geopark Rinjani.

"Riset itu harus ada ujungnya, harus ada produk atau nilai yang berdampak pada ekonomi, tata kelola, maupun perbaikan sosial ekonomi masyarakat," kata Kepala Brida NTB I Gede Putu Aryadi di Mataram, Jumat.

Pihaknya membuka jejaring kerja sama yang telah dibangun bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perguruan tinggi, serta berbagai mitra penelitian untuk mendukung pengembangan riset.

Brida memiliki peran sebagai penghubung antara peneliti, perguruan tinggi, komunitas, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat sipil agar hasil penelitian dapat dilakukan hilirisasi menjadi produk, teknologi, maupun kebijakan yang memberikan manfaat nyata.

Pihaknya mengembangkan penelitian terkait kebutuhan kawasan Geopark Rinjani, antara lain penelitian air bawah tanah, teknologi penyulingan air laut, hilirisasi jagung menjadi pakan, budi daya maritim, teknologi pengawetan hasil pertanian, energi terbarukan, hingga pengembangan laboratorium kultur jaringan.

General Manager Badan Pengelola Geopark Rinjani Qwadru Putro Wicaksono mengatakan pihaknya memiliki misi yang sejalan dengan Brida, terutama dalam menghubungkan potensi alam, keanekaragaman hayati, dan budaya dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan produk lokal perlu diarahkan pada peningkatan kualitas dan daya saing. Produk seperti kopi dapat menjadi contoh bagaimana potensi kawasan dikembangkan menjadi produk yang memiliki karakter dan nilai tambah sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Baca juga: Brida NTB menggelar sayembara riset peneliti muda 2026

Geopark Rinjani mendorong adanya fasilitas produksi bersama yang memenuhi standar, sehingga dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mengurangi biaya produksi sekaligus mempermudah pemenuhan persyaratan perizinan dan standar produk.

"Geopark tidak hanya bertugas menjaga warisan bumi dan keragaman budaya, tetapi juga memastikan potensi tersebut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar geosite," ucap dia.

Perwakilan UNESCO Rinjani Meliawati menjelaskan Rinjani memiliki status ganda sebagai UNESCO Global Geopark dan UNESCO Biosphere Reserve yang ditetapkan pada 2018. Status tersebut menempatkan penelitian dan pengembangan pengetahuan sebagai bagian penting dalam pengelolaan kawasan.

Baca juga: Brida Mataram mengusulkan 142 inovasi daerah ikuti lomba

Hasil revalidasi UNESCO pada 2025 memberikan sejumlah rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti, antara lain terkait kemitraan, infrastruktur, kebencanaan, visibilitas, manajemen, dan pembangunan berkelanjutan. Aspek-aspek tersebut membutuhkan dukungan riset dan kolaborasi lintas sektor.

"Kawasan itu memiliki potensi penelitian yang sangat besar, mulai dari sejarah geologi, letusan Samalas, keanekaragaman hayati, hingga sosial dan budaya. Karena itu, Brida menjadi salah satu mitra strategis bagi Geopark Rinjani," demikian Meliawati.

Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026