Elephants

BPS: Ekonomi Sumsel tumbuh 5,20 persen pada triwulan II 2026

August 5, 2026

BPS: Ekonomi Sumsel tumbuh 5,20 persen pada triwulan II 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 20:40 WIB

Image Print

Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan Moh Wahyu Yulianto. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Palembang, Sumsel (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi di Provinsi Sumatera Selatan tumbuh 5,20 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan II 2026.

Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto di Palembang, Rabu, mengatakan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 mencapai Rp199,05 triliun.

Sedangkan, atas dasar harga konstan mencapai Rp105,44 triliun.

"Besaran pertumbuhan ekonomi Sumsel secara yoy tumbuh sebesar 5,20 persen. Sementara, secara qtq ekonomi Sumsel tumbuh 4,51 persen," katanya.

Ia menjelaskan dari 17 sektor lapangan usaha, pertumbuhan terjadi pada semua lapangan usaha. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada jasa pendidikan sebesar 9,81 persen, perdagangan sebesar 8,71, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,07 persen.

Kemudian, sektor yang memberikan andil tertinggi diantaranya pertambangan dengan kontribusi 23,86 persen dan pertumbuhan 1,37 persen, industri pengolahan 18,56 persen dan pertumbuhan 5,66 persen, serta sektor perdagangan 14,56 persen dengan pertumbuhan 8,71 persen.

Sehingga, secara kumulatif, pada periode triwulan kedua tahun ini, ketiga sektor menyumbang andil sekitar persen terhadap pertumbuhan ekonomi Sumsel.

Namun, terdapat tiga sektor lapangan usaha yang menopang pertumbuhan ekonomi Sumsel pada periode tersebut, yaitu sektor pertambangan, industri pengolahan, dan perdagangan, dengan kontribusi 56 persen.

Sejauh ini tiga sektor ini masih memberikan andil yang positif, yang mana sektor pertambangan tumbuh 1,37 persen, industri pengolahan tumbuh 5,66 persen, serta perdagangan sebesar 8,71 persen.

Kemudian, sektor yang memberikan andil tertinggi di antaranya pertambangan dengan kontribusi 23,86 persen dan pertumbuhan 5,93 persen, industri pengolahan 18,16 persen dan pertumbuhan 5,58 persen, serta sektor perdagangan 14,16 persen dengan pertumbuhan 8,78 persen.

"Untuk sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil, dan sepeda motor yakni sebesar 1,04 persen," jelasnya.

Sedangkan, dari sisi pengeluaran, kontribusi terbesar berasal dari konsumsi rumah tangga sebesar 60,14 persen dan tumbuh 30,59 persen, serta sektor PMTB yang memberikan kontribusi 30,59 persen dengan pertumbuhan 5,97 persen.

Namun, pada sektor ekspor luar negeri memberikan kontribusi sebesar 14,20 persen dan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 4,45 persen.

"Jadi berdasarkan sisi pengeluaran, pada triwulan II 2026 ini konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 2,83 persen," ujarnya.

Kontribusi Sumsel terhadap PDRB di Pulau Sumatera sebesar 13,64 persen dan menjadi wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Pulau Sumatera setelah Kepulauan Riau dan Lampung, kata Wahyu.

Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026