Elephants

BPS: Bawang merah hingga tomat dorong Jatim deflasi 0,26 persen - ANTARA News Jawa Timur

August 3, 2026

Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,26 persen pada Juli 2026 dibandingkan Juni 2026 (month-to-month/mtm) karena turunnya harga bawang merah, cabai rawit, cabai merah dan tomat.

"Penurunan harga sejumlah komoditas hortikultura seperti bawang merah, cabai rawit, cabai merah dan tomat menyebabkan deflasi 0,26 persen,” kata Plt. Kepala BPS Jatim Herum Fajarwati dalam konferensi pers di Surabaya, Senin.

Herum mengatakan penurunan harga sejumlah komoditas hortikultura seperti bawang merah, cabai rawit, cabai merah dan tomat di Jatim dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan selama musim panen pada Juli 2026.

Sementara untuk harga daging ayam ras dan telur ayam ras bergerak mengikuti dinamika permintaan masyarakat.

Tak hanya pangan, penurunan harga emas dunia turut memicu deflasi yakni harga jual di pasar domestik turun sehingga harga emas perhiasan di tingkat konsumen juga turun.

Kebijakan pemerintah tentang diskon 30 persen dan insentif transportasi sepanjang liburan sekolah pada Juli juga menyebabkan terjadinya deflasi di Jatim.

Pemerintah memberikan diskon 30 persen untuk penumpang kereta api dan kapal laut kelas ekonomi serta diskon 100 persen jasa kepelabuhanan bagi penumpang pejalan kaki, kendaraan golongan II dan IV A dan angkutan penyeberangan di 14 pelabuhan.

Untuk insentif transportasi diberikan pemerintah dalam bentuk PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) 100 persen untuk tiket pesawat udara berjadwal kelas ekonomi.

Secara rinci, untuk bawang merah mengalami deflasi 25,43 persen dengan andil 0,13 persen, emas perhiasan deflasi 4,96 persen dengan andil 0,11 persen, cabai rawit deflasi 19,43 persen dengan andil 0,08 persen dan telur ayam deflasi 15,72 persen dengan andil 0,05 persen.

Berikutnya, cabai merah deflasi 28,05 persen dengan andil 0,05 persen, angkutan udara deflasi 2,12 persen dengan andil 0,04 persen, tomat deflasi 15,72 persen dengan andil 0,03 persen, daging ayam ras deflasi 1,15 persen dengan andil 0,02 persen dan jagung manis deflasi 8 persen dengan andil 0,01 persen.

Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang mengalami inflasi sehingga menahan deflasi seperti bensin inflasi 1,51 persen, beras inflasi 0,63 persen, laptop/notebook inflasi 2,25 persen, bawang putih inflasi 4,12 persen, daging sapi inflasi 1,72 persen, bimbingan belajar 2,15 persen dan sekolah dasar 1,05 persen.

Dengan terjadinya deflasi pada Juli maka inflasi tahun ke tahun (yoy) Juli 2026 terhadap Juli 2025 tercatat sebesar 2,87 persen, sedangkan inflasi tahun kalender yaitu Juli 2026 terhadap Desember 2025 yaitu 1,48 persen.

Dari 11 kabupaten/kota di Jawa Timur seluruhnya mengalami deflasi yaitu Kota Madiun 0,12 persen, Kota Probolinggo 0,14 persen, Kota Kediri 0,14 persen, Kota Malang 0,2 persen dan Kota Surabaya 0,22 persen.

Selanjutnya, Kabupaten Gresik deflasi 0,23 persen, Kabupaten Tulungagung 0,23 persen, Jember 0,24 persen, Kabupaten Bojonegoro 0,47 persen, Banyuwangi 0,55 persen dan Sumenep 0,57 persen.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.