Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) Republik Indonesia Hafidz Mucsin mengapresiasi upaya masyarakat dan komunitas secara swadaya mendirikan lembaga pendidikan Taman kanak-kanak (TK) di Desa Danau Liang, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.
"Kita apresiasi upaya masyarakat dan komunitas mendirikan Taman Kanak-kanak. Ini meningkatkan kecerdasan, meningkatkan literasi, dan SDM di Kabupaten Lebong," kata Kepala BPPB RI Hafidz Mucsin di Desa Danau Liang, Sabtu.
Kepala BPPB RI Hafidz Mucsin bersama rombongan Balai Bahasa Provinsi Bengkulu sejak Jumat (4/9) sampai sekarang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Lebong.
Dia menilai tempat atau lokasi pendirian bangunan TK ini sangat alami dan sangat cocok untuk pembelajaran.
Kepala BPPB RI bersama rombongan selain mengunjungi TK Aisyiyah Bustanil Athfal 11 lebong Desa Danau Liang, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, serta memberikan buku-buku cerita.
Kepala BPPB mengatakan, bantuan buku-buku cerita ini dalam konteks bahasa daerah dan Indonesia untuk sebagai penyemangat karena membaca dikenalkan sejak dini.
"Sehingga buku-buku cerita yang sangat menarik nanti guru-guru akan membacakan sehingga anak anak tertarik untuk menikmati bacaan yang kita berikan tersebut," ujarnya.
Kemudian, tidak lupa pula dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat sehingga aktivitas belajar.
Lalu tenaga pendidik dan pengajarnya atau gurunya diberikan penghargaan yang sesuai sehingga dia fokus dalam menjalankan tugasnya.
Menurut dia, pemenuhan sarana sebagai kelengkapan pembelajaran baik alat permainan maupun buku-buku yang bisa diceritakan kepada mereka, dan ini bisa menambah semangat dan motivasi mereka.
Sekretaris Desa Danau Liang, Kecamatan Lebong Tengah Ahmad Suhada mengatakan bahwa TK baru dibangun dalam tahun ini secara swadaya oleh masyarakat dan komunitas dan organisasi.
Saat ini, kata dia, lembaga pendidikan ini baru memiliki sebanyak 11 murid dan baru memiliki satu ruang, dua toilet, dan sarana permainan yang masih sederhana.
Dia mengatakan, masyarakat swadaya mendirikan TK karena melihat perkembangan desa ini serta untuk mempermudah akses menyekolahkan anak-anaknya karena selama ini anak dari desa ini harus menempuh perjalanan sejauh lima kilometer untuk belajar di TK di Semelako.
Dia mengatakan, rencananya pemerintah desa berencana mengalokasikan anggaran dana desa sekitar Rp130 juta untuk membangun akses jalan sejauh 100 meter menuju TK ini.
Pewarta: Ferri Aryanto
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.