Elephants

BPKN nilai respons cepat Pertamina jadi langkah penting pemulihan NTT

August 29, 2026

Jakarta (ANTARA) - Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Mufti Mubarok menilai respons cepat PT Pertamina (Persero) sebagai langkah penting dalam pemulihan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dilanda gempa bumi magnitudo (M) 7,7, sebab energi adalah kebutuhan dasar.

"Energi adalah kebutuhan dasar, sehingga menjaga BBM dan LPG tetap tersedia sama pentingnya dengan bantuan kemanusiaan," kata Mufti, dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Pemulihan SPBU menjadi bagian penting dari penanganan bencana karena BBM dibutuhkan bukan hanya oleh masyarakat untuk kembali beraktivitas, tetapi juga oleh kendaraan yang mengangkut bantuan, tenaga kesehatan, maupun berbagai kebutuhan operasional di lapangan.

"Kondisi NTT sendiri menunjukkan bahwa persoalan distribusi masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah kepulauan," ucap dia.

Di tengah situasi pascagempa, BBM berarti ambulans dapat bergerak, kendaraan pengangkut logistik dapat melaju, alat berat dapat bekerja, dan masyarakat dapat kembali melakukan aktivitas ekonomi.

Untuk itu, memulihkan pasokan energi pada dasarnya adalah bagian dari memulihkan kehidupan.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan sebagian besar SPBU di Flores telah kembali beroperasi.

"Layanan lainnya dipulihkan secara bertahap dengan keselamatan sebagai prioritas," kata Baron.

Pada saat yang sama, Pertamina menjalankan fungsi kemanusiaan melalui program Pertamina Peduli. Hingga 25 Agustus 2026, nilai bantuan yang telah tersalurkan mencapai Rp1,717 miliar.

Skala bantuan tersebut dilakukan untuk merespons bencana tidak berhenti pada pemberian sembako saja.

Dalam rincian bantuan yang telah disalurkan, Pertamina mencatat antara lain paket sembako, paket makanan siap santap, mi instan, telur, serta air mineral.

Untuk menjalankan seluruh respons tersebut, Pertamina mengerahkan 289 relawan.

Sebanyak 220 orang merupakan relawan operasional distribusi dari FT Reo, FT Maumere, dan FT Ende, kemudian 58 orang bertugas dalam penyaluran bantuan dan pengelolaan posko, serta 11 relawan medis.

Pertamina juga menyiapkan bantuan lanjutan senilai Rp877,34 juta. Rencana itu mencakup dukungan kesehatan, perlengkapan, sembako dan makanan siap saji, serta air bersih.

Baca juga: Pertamina salurkan makanan dan obat hingga pelosok di Manggarai NTT

Baca juga: Hadir saat bencana, Pertamina Patra Niaga peroleh CSR Awards 2026

Baca juga: Pertamina pastikan kebutuhan BBM pembangkit di Flores terpenuhi

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.