Surabaya (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mengimbau masyarakat mewaspadai rob di wilayah pesisir Surabaya selama 11 hari ke depan.
Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan rob ini disebabkan fenomena Super New Moon sehingga pasang air laut maksimum akan terjadi di wilayah pesisir Surabaya.
"Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Stasiun Meteorologi Maritim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak, potensi rob akan terjadi pada 20-30 September 2026," katanya.
Untuk menghadapi itu, Irvan menyebutkan pemkot telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi utama meliputi perbaikan infrastruktur pengendalian air, seperti tanggul dan pintu air otomatis, normalisasi saluran drainase, serta kesiapsiagaan masyarakat.
“Jadi menggunakan sistem pintu air otomatis (flat gate) yang menutup sendiri saat air laut pasang dan menyiagakan rumah pompa untuk memompa genangan air agar kembali ke laut,” kata Irvan.
Ia mengatakan, Pemkot Surabaya juga melakukan normalisasi dan pengerukan saluran secara masif di sejumlah wilayah seperti pembersihan endapan lumpur, pasir, dan sampah pada drainase secara berkala supaya tidak menimbulkan sumbatan.
“Minimal, dua kali setahun agar kapasitas tampung air meningkat," katanya.
BPBD juga menyiapkan mitigasi nonstruktural, yakni memaksimalkan pemantauan cuaca menggunakan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) untuk memantau pasang surut air laut.
"Selanjutnya, BPBD melanjutkan informasi peringatan dini tersebut kepada seluruh warga di pesisir Kota Surabaya," katanya.
BPBD, kata dia, juga melakukan edukasi dan kesiapsiagaan terhadap masyarakat di kawasan rawan rob mulai dari memberi pemahaman soal jalur evakuasi hingga langkah cepat penyelamatan mandiri.
“Kami imbau kepada warga yang tinggal di wilayah pesisir Surabaya untuk memantau informasi pasang surut laut dan potensi banjir rob melalui situs resmi BMKG. Diimbau juga, warga memastikan kebersihan saluran dan melaporkan apabila ada tanggul yang rusak di nomor darurat 112 atau WhatsApp," katanya.
Pewarta: Indra Setiawan
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.