Gorontalo (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memantau 16 titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Pelaksana harian (Plh) Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Gorontalo Utara Yayan di Gorontalo, Senin, mengatakan 16 titik rawan karhutla tersebut berasal dari data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta bersumber dari data kejadian.
Sementara dari 11 wilayah kecamatan dengan 16 titik rawan karhutla di wilayah pesisir ini, paling banyak ditemukan di Kecamatan Tomilito.
Melihat banyaknya titik rawan tersebut, pihaknya kata Yayan, terus menyampaikan imbauan mitigasi bencana khususnya kebakaran agar dapat dicegah bersama.
Yayan mengatakan melalui pemerintah kecamatan dan desa, pihaknya terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk mencegah dan mengantisipasi karhutla.
Karhutla tidak hanya berdampak pada kebakaran meluas yang potensial merambah wilayah hutan dan areal pertanian, juga potensial memicu kebakaran masuk ke permukiman.
"Saat ini angin dengan hembusan intensif sementara berlangsung. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk sama-sama saling menjaga dan mengantisipasi," katanya.
BPBD mengajak masyarakat untuk terus mengoptimalkan langkah pencegahan dini serta merawat lingkungan secara bersama-sama demi keamanan dan kenyamanan wilayah sekitar.
"Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan. Kelola sampah konvensional dengan baik menjadi hal penting saat ini," katanya.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi perhatian bersama, sebab ancaman karhutla yang kerap menyertai musim kekeringan menuntut penguatan sinergi lintas sektor guna menjaga keselamatan dan kenyamanan lingkungan.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.