Magetan (ANTARA) - BPBD Kabupaten Magetan, Jawa Timur melakukan koordinasi ke Posko Aju Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, guna mengantisipasi potensi perluasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Magetan Eka Radityo di Magetan, Sabtu mengatakan koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu, langkah-langkah penanganan yang telah dilaksanakan, serta upaya antisipasi terhadap kemungkinan penjalaran api ke kawasan hutan yang masuk wilayah administratif Kabupaten Magetan.
"Hingga informasi diterima dalam koordinasi tersebut, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 100 hektare. Area terdampak meliputi vegetasi alang-alang, tanaman perdu, dan hutan pinus," ujarnya.
Berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Karanganyar, kebakaran terjadi di kawasan hutan lindung Gunung Lawu, tepatnya di petak 28 B, 32, 62 C, dan 63, RPH Blumbang, BKPH Lawu Utara, KPH Surakarta, yang berada di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
Kebakaran pertama kali dilaporkan oleh warga pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB dan api dilaporkan membesar pada sore harinya.
Dalam penanganannya, tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman secara manual, pemantauan titik api, serta pembuatan sekat bakar untuk mencegah perambatan api ke petak hutan lainnya. Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, di antaranya angin kencang, kondisi lereng yang terjal, serta lokasi kebakaran yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.
Penanganan kebakaran didukung melalui sejumlah posko, yakni Posko Induk Gondosuli di Kecamatan Tawangmangu, Posko Aju Cemoro Kandang di Tawangmangu, dan Posko Aju Tambak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso.
Berdasarkan hasil koordinasi, titik api dilaporkan masih berada di wilayah Jawa Tengah. Upaya pencegahan juga dilakukan untuk mengendalikan penjalaran api agar tidak meluas ke kawasan hutan lainnya, termasuk ke wilayah Kabupaten Magetan.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, pemantauan terhadap kondisi kawasan hutan di wilayah Kabupaten Magetan perlu terus ditingkatkan. BPBD setempat juga berkoordinasi dengan Perum Perhutani di wilayah Magetan agar meningkatkan kewaspadaan, memperkuat patroli kawasan hutan, serta menjaga koordinasi dengan pemerintah setempat dan unsur terkait lainnya.
Melalui koordinasi lintas wilayah tersebut, BPBD Kabupaten Magetan berupaya memastikan perkembangan informasi karhutla dapat diterima secara cepat dan akurat sebagai dasar pengambilan langkah antisipasi.
BPBD Kabupaten Magetan juga mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan hutan dan lereng Gunung Lawu, agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun membakar sampah di area yang berpotensi memicu kebakaran. Masyarakat juga diminta segera melaporkan ke petugas apabila menemukan asap atau titik api, untuk segera ditindaklanjuti.
Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.