Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang memperkuat penyekatan agar titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Bromo, tepatnya di Blok Jantur, Desa Argosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tidak mendekati pemukiman warga.
"Api yang masih menyala di kawasan hutan Blok Jantur, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, menjadi perhatian, karena berada sekitar 3 kilometer dari pemukiman warga," kata Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho di Lumajang, Senin.
Untuk mencegah api bergerak mendekati rumah dan lahan pertanian masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui BPBD bersama petugas gabungan memperkuat pemantauan dan melakukan penyekatan di sejumlah titik yang dapat dijangkau melalui jalur darat.
Kebakaran di Blok Jantur terpantau sejak Minggu (13/09) malam hingga Senin masih belum bisa dipadamkan, sehingga penanganan difokuskan pada pengendalian api dan pembuatan sekat bakar untuk membatasi pergerakannya, sekaligus memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan penanganan secara lebih aman.
"Jarak api dengan pemukiman menjadi salah satu hal yang terus diwaspadai petugas. Api saat ini masih menyala. Kalau diperkirakan, jaraknya ke pemukiman sekitar 3 km. Itu yang diwaspadai agar jangan sampai api merembet ke pemukiman atau lahan pertanian warga,” tuturnya.
Berdasarkan pemantauan BPBD Lumajang, sekitar 2 hektare kawasan hutan di Blok Jantur terdampak kebakaran, sehingga petugas gabungan terus berada di lapangan untuk memantau arah pergerakan api sekaligus membatasi penyebarannya.
Upaya tersebut penting untuk mengurangi potensi dampak kebakaran terhadap warga, terutama karena kawasan yang perlu dilindungi bukan hanya permukiman, tetapi juga lahan pertanian yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat.
Namun, penanganan di lapangan menghadapi kondisi medan yang tidak mudah. Kawasan Blok Jantur berada di wilayah pegunungan dengan medan curam, sehingga akses petugas menuju titik api menjadi terbatas.
“Untuk melakukan pemadaman secara manual cukup berat. Karena itu, kami melakukan penyekatan yang bisa ditempuh melalui darat. Petugas juga kami minta untuk tetap berhati-hati dengan memprioritaskan keselamatannya saat penanganan karhutla,” katanya.
Pembuatan sekat bakar dilakukan untuk memperlambat pergerakan api, sehingga penyebarannya dapat dibatasi. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi penanganan ketika pemadaman secara langsung sulit dilakukan akibat kondisi medan.
Selain penyekatan, pemantauan dilakukan secara berkala untuk melihat perkembangan kondisi di sekitar lokasi. BPBD Lumajang juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait agar perkembangan api dapat diketahui dan penanganan di lapangan dapat disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi petugas.
Bagi masyarakat sekitar, langkah tersebut diarahkan untuk memberikan perlindungan sedini mungkin dari potensi meluasnya kebakaran. Jarak sekitar tiga kilometer dari pemukiman menjadi alasan penting bagi petugas untuk tidak hanya mengejar pemadaman, tetapi juga memastikan api tidak bergerak menuju kawasan yang memiliki aktivitas warga.
"Kesiapsiagaan juga menjadi perhatian selama proses penanganan. Dengan medan yang curam dan akses yang terbatas, petugas diminta tetap mengutamakan keselamatan saat melakukan penyekatan maupun pemantauan," ujarnya.
Melalui penguatan penyekatan, pemantauan, dan koordinasi antarpihak, Pemerintah Kabupaten Lumajang berupaya mengendalikan kebakaran di Blok Jantur sekaligus mencegah potensi dampaknya meluas ke wilayah yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.