Elephants

BPBD: Karhutla di Banggai Kepulauan capai 72,4 Hektare

August 9, 2026

BPBD: Karhutla di Banggai Kepulauan capai 72,4 Hektare

Minggu, 9 Agustus 2026 11:07 WIB

Image Print

Personel Damkar Banggai Kepulauan dan BPBD setempat melakukan pemadaman api di lokasi karhutla di Desa Bakalan dan Desa Bulungkobit, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan. ANTARA/HO-BPBD Sulteng

Bangkep (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Bakalan dan Desa Bulungkobit, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan mencapai 72,4 Hektare.

"Luas area yang terbakar mencapai 72,4 hektare," kata Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto di Palu, Minggu.

Ia mengemukakan api pertama kali diduga berasal dari area hutan atau semak belukar yang meluas diakibatkan lahan kering disertai angin kencang.

"Penyebab kejadian sementara diduga akibat kondisi cuaca panas," ucapnya.

Menurut dia, salah satu kebutuhan mendesak di wilayah itu yakni air guna pemadaman dan pendinginan area yang terbakar serta peralatan pemadaman seperti mesin pompa, selang, nozzle, cangkul, parang, dan alat pemadam lainnya.

"Seluruh personel yang melakukan pemadaman karhutla itu harus dibekali alat pelindung diri (APD) dan dukungan armada pemadam apabila sumber air di sekitar lokasi terbatas karena lokasi berada di pulau," katanya.

Ia menyebutkan saat ini BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan terus melakukan pemantauan termasuk pemadaman, penyekatan, dan pendinginan pada kawasan yang terbakar.

"Kami mengimbau agar masyarakat di sekitar lokasi kejadian untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran," kata dia.

Diketahui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi selama 9-15 Agustus 2026 mendatang.

Berdasarkan hasil analisis Fire Danger Rating System (FDRS), BMKG mencatat tingkat kemudahan bahan bakar ringan di permukaan tanah atau Fine Fuel Moisture Code (FFMC) berada di atas 82 pada seluruh 13 kabupaten/kota selama 9-15 Agustus.

Nilai tersebut menunjukkan bahan bakar ringan seperti alang-alang dan dedaunan berada dalam kondisi kering dan sangat mudah terbakar. Buol mencatat nilai FFMC tertinggi, yakni 92 pada 15 Agustus, kemudian Parigi Moutong, Poso, dan Banggai Laut masing-masing 91.

Sementara itu, Fire Weather Index (FWI) yang menunjukkan potensi intensitas api apabila terjadi kebakaran mencapai nilai tertinggi di Banggai Laut sebesar 30 dan Banggai Kepulauan 29.

Banggai mencatat nilai FWI 24, Buol dan Poso masing-masing 22, serta Tojo Una-Una 21. Morowali mencatat 19, Tolitoli 17, sedangkan Morowali Utara, Palu, Donggala, Parigi Moutong, dan Sigi masing-masing 15.

Pewarta : Moh Salam
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026